Ketika seorang introvert jatuh cinta



Ketika seorang introvert jatuh cinta.

Satu. Ia tidak memasang hatinya pada pada etalase yang mudah diraba mata. Bukan berarti tertutup dari dunia, ia hanya bingung menaruh perasaannya di celah tipis antara menyimpan dan menyembunyikan. Yang perlu kau pahami adalah niat baiknya untuk menjaga.

Dua. Ia bukan yang terbaik dalam memecah beku keheningan dan cukup buruk dalam menstimulasi percakapan. Terkadang ia iri pada mereka yang dengan mudahnya berbagi lelucon, melemparkan sapa, atau sekadar basa basi mengomentari langit pagi. Bagaimana bisa mereka melakukannya tanpa terlebih dahulu menuliskannya?

Tiga. Hanya karena ia menemukan kedamaiannya pada diri sendiri bukan berarti ia tidak menginginkanmu di kediamannya. Hatinya seluas samudera, namun kau tetap perlu mengetuk pintu untuk memasukinya. Kau bisa menyelam, tapi tidak untuk mengetes ombak.

Empat. Ia tidak bisa berkomitmen pada percakapan panjang yang melelahkan. Tapi percayalah bahwa ia pendengar yang baik. Dengan antusias ia menampung apapun yang kau tumpahkan walau itu tempias. Ia memahami bagaimana seharusnya telinga bekerja.

Lima. Kalau kamu tidak keberatan, Ia ingin mengisi hatimu dengan syair, yang barangkali tak akan pernah ia bacakan. Saat ia menjelma puisi, ia tidak mengumbar prosa anggun yang meluluhkan. Ia memeluk rangkaian kata sederhana yang hanya ingin dibaca.

Enam. Jika ia menjatuhkan perasaan kepadamu, ia akan menyukaimu lebih dari rebahan akhir pekan, lebih dari ruang sunyi kedai kopi, bahkan lebih dari senja-senja-an yang ia tuliskan dalam antalogi kusamnya. 

Tujuh. Kau bisa meneruskan sajak ini dengan lebih jauh mengenalnya.



Serengseng sawah, 25/07/20 


gambar dari

Comments

Popular posts from this blog

Laksana Hujan

"Baik Baik Saja"

Hai Kamu