Posts

Showing posts from April, 2020

Dongeng Kemiskinan

Image
Mari kuperkenalkan pada seorang bocah yang sering kutemui di jembatan penyeberangan. Namanya Topan dan ia bercita-cita menjadi kaya setelah melihatku menenteng nasi bungkus. Baginya, sesuap nasi adalah jawaban doa dari Tuhan.

Dari hari ke hari ia menjajakan tisu, minuman, atau entah apapun yang bisa bisa ia tukarkan dengan rupiah. Selain nama yang ia karang sendiri, nominal uang adalah satu-satunya tulisan yang bisa ia baca.

Wajahnya begitu lusuh. Garis kemiskinan melengkung dari ujung alis hingga tatapannya pada masa depan. Esok adalah istilah yang valid dieja bila hari ini perutnya terisi. Karenanya, ia tak pernah membuat janji. Setidaknya dengan begitu tidak ada yang pernah ia ingkari.
Di bawah garis itu, dua puluh lima juta orang berteduh, atau lebih tepatnya terperangkap. Kita tak pernah merasa heran bahwa mereka berwarna kulit yang sama, tapi tak pernah dianggap setara. Kita sadar tapi hanya bisa menyuruh mereka bersabar. 

Kemiskinan ditatap dengan teropong analisis dari menara gadi…