Posts

Showing posts from October, 2019

Laksana Hujan

Image
Entah untuk keberapa kalinya, sajak ini bicara soal hujan dan rasa. Habis bagaimana, keduanya melekat dalam wujud yang satu dan barangkali hidupku memang melulu soal itu. Tapi khusus kali ini, keduanya tertulis sebagai teman di penghujung Oktober.
Perasaan datang seperti hujan. Ia memenuhi tugasnya untuk hadir sebagai takdir, yang menjelma dalam bentuk kebetulan-kebetulan. Kau boleh duga, boleh juga tidak.
Perasaan jatuh seperti hujan. Dengan tulus ia terjun tanpa niat mengganggu, apalagi menyakiti. Hanya saja waktu dan keadaan yang terkadang menjadikannya salah. Kau boleh kesal, boleh juga tidak.
Perasaaan membelai lembut seperti hujan. Tapi kau harus terima konsekuensi bahwa ia membuatmu basah, dan boleh jadi kau akan lelah menyeka. Kau boleh berteduh, boleh juga tidak.
Hujan turun dari langit tanpa mengharap bumi akan membalasnya. Kemudian menanyakan kepadamu masihkah menuntut terbalasnya rasa. Lewat keikhlasan, ia saksikan bahwa akan ada masa saat butir-butir air kembali ke langit, d…

Berhentilah Berbaik Hati

Image
Berhentilah berbaik hati, karena ada jiwa yang salah memahami. Kepedulianmu barangkali murni, tapi hati bukanlah setir yang mudah dikemudi. Bagi sebagian orang, menjatuhkan rasa bukan sebuah pilihan, melainkan gaung yang bersambut pada denting bunyi.
Semua dimulai dari tegur sapa, yang sedikit di antaranya senyummu tersangkut manja. Dering obrolan daring silih berganti merambat di alam maya. Entah lugu atau malu, wajah itu tersipu di depan layar gawai. Orang yang kasmaran kadang tampak menggelikan, apalagi bila sudah jauh terbuai.
Bagimu episode sore itu sekadar membunuh waktu dengan semerbak wangi secangkir kopi. Tapi di seberangmu ada sosok yang menikmati suasana dengan sedikit terlena. Ia merasa di serambi surga bersama bidadari dengan rupa tanpa cela.
Selanjutnya bunga mimpi tayangkan drama klise yang seolah mengamini imajinasi. Hingga pada suatu waktu ada benih yang tertanam. Setelah ia tumbuh dan berbunga, kau enggan petik buahnya.
Tentu saja kau bilang tak ada maksud buruk. Baikmu…