Memperjuangkan




Terima kasih untuk pernah ada. Karenamu, setidaknya aku pernah merasakan manisnya memperjuangkan

Biar kuberi tahu lebih dulu. Penghujung sajak ini tak ditutup dengan senoktah titik, melainkan hela nafas yang panjang, atas pemahaman yang belum utuh, atas kesadaran yang baru separuh. Tapi aku berjanji cepat atau lambat kerelaan itu akan tumbuh.

Dulu aku melihatmu sebagai secuil harapan yang hendak mendikte waktu untuk menggiring kita pada sebuah pertemuan. Kamu adalah prasangka baik yang membuatku mengangankan dan menginginkan masa depan. Aku bersama keluguanku bekerjasama untuk meraihnya.

Kamu pernah menjadi alasan atas iktikadku untuk membawa diri yang dipantaskan. Kamu pernah menjadi maksud atas ikhtiarku mengejar pribadi yang dielokkan. Denganmu, aku ingin menjadi lebih dari sekadar pilihan sepadan.

Bagaimana tidak, namamu adalah anggukan yang membuatku tersipu. Kabarmu mendefinisikan pagi dan keberadaanmu merasionalkan pergantian hari. Dari sekian perangai anggun, senyummu bersambut doa yang menjelma kunang-kunang di penghujung malam.

Sampai pada akhirnya kusadari bahwa setiap langkah maju yang kuambil justru memperlebar jarak. Harapan boleh berkembang menjadi keyakinan. Tapi bukan keyakinan yang mengubah kemungkinan menjadi kenyataan.

Kini aku melihatmu sebagai sebuah kenangan yang menandai waktu pada titik perpisahan. Kamu adalah bait pelajaran yang sepatutnya kusimpan di rak-rak pendewasaan. Aku bersama keteguhanku bekerjasama untuk menimbun sesal.


Dua minggu ini langit kerap kali hujan dan keluar rumah menjadi hal yang kurang menyenangkan. Sebenarnya ingin kuceritakan padamu tapi enggan. Sebab bukan karena itu aku basah kuyup. Ada yang lebih deras dari rintik hujan. Ada yang lebih berkecamuk dari gemuruh guntur.

Mungkin sebentar lagi reda. Tapi aku tak muluk berharap pelangi setelah ini. Cukup secercah cahaya yang setidaknya bisa menggerakkanku untuk membuka jendela dan mencari prasangka baik lain. Karena di antara sekian banyak perjuangan, barangkali yang terberat adalah melepaskan


Diemen, 21/03/19




gambar dari sini


Comments

Popular posts from this blog

Memahami Penaklukan Andalusia dengan Game Theory Sederhana

Pura Pura (1)