Luka



Dari sekian banyak cara terluka, kupilih jatuh cinta. Barangkali tak kupahami bagaimana perasaan bekerja. Tapi aku masih muda.

Dari sekian banyak cara tersakiti, kupilih jatuh hati. Tak seharusnya pemula bermain main dengan ekspektasi. Tapi aku masih sanggup berdiri.

Aku menaruh kepercayaan sedalam palung, sebagaimana kupastikan diri untuk masuk ke dalamnya. Namun di antara tenggelam atau menyelam, aku tak punya daya untuk memilih. Biarlah arus membawaku.

Tak perlu kau ingatkan nafas kepada aku yang sudah terjun. Kugadaikan paru-paru untuk menghirup perhatian. Kutumbuhkan insang dari relung harapan untuk mencari gelembung kasih. Semoga yang kualami tak lebih dari sekadar tersedak.

Aku bersiap dengan kekolotan dan kepolosan, bahwa ketulusan akan membawa kedamaian, baik dalam wujud syukur atau ikhlas. Walaupun keduanya tampak sama, mereka terjeda realita yang sangat memberatkan.

Kudiamkan malam sebagaimana ia tak izinkan mataku terpejam.Denganmu yang entah bagian dari sebab atau akibat, semestinya mimpi bisa memberi kisah penyulam, jika kenyataan hanya membawa lebam.



Diemen, 25/08/18

Comments

Popular posts from this blog

Doa yang membosankan

Dunia yang Sibuk

SMT: Sebuah Janji (part 2)