Posts

Showing posts from January, 2018

Rindu Kemarin Sore

Image
Jika angin mengetuk jendela kamarmu semalam, jangan khawatir. Itu rinduku kemarin sore. Jika langit menyapamu hangat pagi ini, jangan abaikan. Itu doaku sebelum fajar.
***
Aku menghitung detik yang terlewat, kemudian menyesali hari yang berganti tanpa ada kemajuan. sayangnya waktu tak bisa disalahkan. Ia bergerak dengan jalannya yang konstan dan memaksaku menyadari bahwa telah begitu lama aku menunggu; atau membuatmu menunggu.
Barangkali mereka benar, aku pengecut yang hanya berdalih di balik alasan ‘saat yang tepat’. Aku menatap esok sebagaimana kemarin. Masa depan tak pernah menjanjikan apa-apa, namun aku berharap layaknya tanganku akan merengkuhnya. Atau barangkali, telah ada yang menuliskannya.
Di antara jarak yang direntangkan untuk menjaga, rindu marun jatuh dari tangkainya. Sudikah kamu lembut memungutnya? Di jeda sapa yang ditangguhkan untuk melindungi, doa menjembatani ketulusan hati. Adakah kamu di seberang sana sedang menanti?
Entah sampai kapan aku membiarkan kita berdiri di te…

Sandiwara

Image
Tak ada aku di esokmu, sebagaimana kau hilang dari hariku yang berlalu.Sapa kemarin sore kita lontarkan hanya untuk kemudian beradu punggung. Lantas mengapa saat itu kita masih bersandiwara?
Di antara mereka yang bersembunyi di balik rias, kau pilih bersembunyi di balik senyum. Matamu sembab namun tak tega untuk berlinang. Aku bingung menerjemahkan isyarat tanpa panduan makrifat.
Ceriamu menarik simpul tawa, namun setelahnya adalah hampa. Candamu berbubuh candu, sayangnya itu membawa pilu. Kita menjalani kepura-puraan yang sedari awal telah diduga.
Sampai pada titik di mana mata tak lagi beradu, kita hanya tertunduk menatap kaki yang telah lelah berjalan. Sia-siakah langkah yang telah terjejak?
Yang kutahu kita sama-sama terluka.
Aku berdarah tanpa bercak merah. Aku cedera tanpa gores menganga. Dengan lebam yang tertahan gumam, aku terjatuh bersama tubuh yang rapuh.
Tak adakah lenganmu tawarkan genggaman?




gambar dari sini
Jetis, 02/01/17