Tuliskan




Aku telah lama pergi dan banyak yang terjadi. Memberitahumu aku telah kembali adalah satu hal. Namun menceritakan apa yang telah terlewati adalah lain hal.

Aku bisu dan kamu tak bisa diam. Lidahku kelu tapi kupingmu gatal. “Tuliskan saja kalau begitu”, katamu.

Di antara jeda pertemuan ini, hanya kamu yang tak pernah menyerah untuk tanyakan kabar. Hanya kamu yang benar-benar memaknai ‘sampai jumpa’.

Kau pernah ajak aku bicara dengan cerita hujan dan sekarang kau minta aku kisahkan dongeng senja. “Kisahkan layaknya itu cahaya terakhir sebelum malam menelan dingin”, tambahmu.

Aku bukan pujangga dan kau jelas tahu meracik bait roman bukan bakatku. “Kamu tak lupa bagaimana cara menggunakan pena, bukan?”, paksamu.

Terima kasih telah kembalikan aku pada kertas dan tinta. Terima kasih untuk sadarkan aku bahwa tulisan bisa menebar kehangatan langit. Serta terima kasih telah menjadi pembaca yang baik.

Terlepas dari semua itu, ada hal lain yang tak bisa kutuliskan namun mestinya kuungkapkan. Suatu saat kamu akan tahu.


tulungrejo, 27/6/17



gambar dari sini

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Dunia yang Sibuk

Di Seberang Peron

Hidung Mungil