Di Penghujung Januari



Januari lekas pergi, namun kita masih di sini.

Barangkali aku, yang menikmati rintik air kala berteduh atau diam diam berharap agar hujan terlambat reda. Sementara kau nyalakan kehangatan dari kisah lucu masa kecilmu yang suka bermain di kubangan.

Senja telah beranjak, namun kita enggan bergerak.

Barangkali kamu, yang gugup menggariskan rasi atau berbisik pada awan untuk menelan satu bintang. Sementara aku dengan lugu tawarkan rembulan dari bilah cermin kecil yang kau pandang ragu.

Kau tersenyum. Aku juga. Lalu kita menafsirkannya dengan harapan masing-masing.

Entah sudah berapa lama, kita mulai lihai mencari alasan untuk bertemu. Sapa yang dulu terselip di sekat bilik ruang kerja, kini berbuah percakapan yang berbalas canda. Waktu menggerus jarak dan kesabaran mengusir canggung.

Aku dan kau, kini terpaut jeda sebilah meja kayu, yang tak lebih panjang dari sejulur bahu. Sayangnya tangan kita masih terlipat – menyembunyikan perasaan rapat-rapat.

Saat mata kita bertemu pada sekelebat tatapan, kita menyepakati satu hal yang sama: terlepas dari kebisuan ini, semoga yang terhidang di antara kita bukan sepotong penyesalan yang kita gigit dengan pahit.

Selamat makan.


kapuk, 31/01/17




gambar dari sini

Comments

Popular posts from this blog

Terus Melangkah

Masih Sama

Luka