Yang Muda Yang Berinvestasi

Sering kali orangorang di sekeliling kita menasihati untuk rajin menabung guna membekali hidup di masa tua. Dalam nasihat tersebut, terdapat paradigma yang kurang tepat terkait dengan pengelolaan aset. Memang benar penghematan adalah cara terbaik untuk menginjak rem konsumsi yang terkadang sulit terkendali. Namun, alokasi penghematan itu seharusnya diletakkan pada keranjang yang tepat, yakni investasi.  


Menabung sama halnya dengan membiarkan nilai aset tergerus di dalam brankas perbankan. Alasan pertama karena harga kebutuhan terus naik sepanjang waktu dan yang kedua karena kita punya kesempatan lain menggunakan aset tersebut bekerja untuk kita. Jika menabung hanya ditujukan untuk menekan laju konsumsi, nasihat tersebut mestinya ditujukan untuk orang tua, bukan para generasi muda yang produktif.


Masa muda adalah saat yang tepat untuk memulai investasi. Setelah memenuhi kebutuhan pribadi dan rohani, hasil dari bekerja bisa disisihkan untuk diputar kembali. Inilah yang dimaksud dengan ungkapan ”uang bekerja untuk kita”. Jangan sampai justru malah terlena dengan euforia penerimaan resi gaji dan melupakan masa depan yang juga perlu dipersiapkan. Ada saatnya setiap manusia menutup usia produktifnya.
 
Saat yang mana kita tidak bisa mengandalkan tubuh lagi untuk bisa mendapatkan penerimaan. Sedangkan tabungan punya batas tertentu dan tidak mungkin terus dijadikan bahan bakar penyokong konsumsi. Ketika itulah semestinya kita menerima pemasukan pasif yang didapatkan dari investasi. 

 
Perbedaan antara menabung dan investasi sangat jelas. Ibarat bertani, kita punya pilihan untuk menyimpan padi di dalam lumbung atau menanam benih di sawah. Nilai tabungan yang kita simpan tergerus inflasi seiring waktu bak beras yang dimakan kutu, sedangkan investasi yang kita tanam menghasilkan return- panen raya dari butir- butir benih yang kita semai. Kata investasi mungkin terdengar berat di masyarakat kelas menengah ke bawah karena seakan syarat akan modal yang besar. 

 
Namun pada dasarnya, ini tergantung bagaimana alokasi aset dilakukan. Banyak pilihan investasi murah meriah yang tersedia. Di pasar modal misalnya, terdapat banyak saham dengan harga yang sangat terjangkau. Selain itu, ada pula platform investasi buatan anak negeri yang menyediakan investasi di sektor riil layaknya indves.com. 

 
Melalui wadah investasi berbasis web tersebut, bukan hanya kita berpeluang mendapatkan keuntungan, kita juga bisa sekaligus membantu UMKM yang membutuhkan injeksi untuk tumbuh dan berkembang. 

 
Investasi merupakan komponen penting dalam menumbuhkan ekonomi. Dengan aktivitas pembelian modal dan barang-barang input , investasi mendorong peningkatan produksi. Selain itu, secara tidak langsung investasi mengurangi pengangguran dengan penciptaan lapangan kerja. Tidak ada salahnya bagi para pemuda ikut turut berkontribusi bagi jalannya roda perekonomian negeri. 






NB: tulisan ini dimuat di kolom poros mahasiswa, koran SINDO, edisi 02-08-16

Comments

Popular posts from this blog

Laksana Hujan

"Baik Baik Saja"

Hai Kamu