Posts

Showing posts from April, 2016

Menunggu Pagi

Image
Aku terjaga menghabiskan malam, membersamai benda langit yang menolak tertelan gelap. Lengang, tak ada yang berani menantang sunyi, tak terkecuali lembar daun yang enggan bergesekan. Kusibak selimut udara yang menggenapi ruang. Dalam sepetak kecil kamar itu, kusangga badan di atas kaki mungil. Jemariku mengkerut kedinginan.
Bukan syair bukan puisi, bibirku membisikkan bait-bait sesengguk. Aku sadar bahwa terkadang rasa tak perlu disampaikan dengan kata-kata. Ragaku ingin menggapai, tapi dayaku hanya sebatas tangkup tangan di depan dada. Tak mampu menatap, aku hanya menghadapkan wajah.
Bisakah kau dengar? Bak jantung yang tak pernah berhenti, perasaanku terus berdegup – memompa energi ke seluruh tubuh untuk hidup. Tanpanya aku keronta, tanpanya aku lunglai. Cinta membawa candu di lorong-lorong nadi. Menyebar ke semesta tubuh yang terus menagih. Di sela hela, nafasku memburu hirup rindu.
Kau tahu jelas. Aku memang berharap, seperti ilalang kering yang menatap awan mendung. Namun harapan it…

Esok

Image
Kenapa harus kusapa esok sementara kau tak di situ? Kenapa harus kuberanjak bersama waktu bila kau bukan masa depanku? Biarkan aku berdiri mematung di balik bayangmu saat ini. Di manakah letak keadilan? Jika untuk bersama menyaratkan persetujuan yang sama, seharusnya tak ada yang berhak memisahkan secara sepihak. Dari langkah yang selama ini selalu sejajar, kini jejak merentang jarak. Janji yang dulu diikatkan pada kelingking kecil itu telah lepas, menyisakan jemari rapuh yang menggenggam kekosongan. Aku hanya bisa menatap punggungmu menjauh dan perlahan menghilang. Sebenarnya, telah kusiapkan diriku untuk kata selamat tinggal. Walau kulatih dan kuulang berkali kali, sepenggal frase itu tak pernah benar benar terucapkan. Jika membayangkannya saja sudah menguras air mata, betapa kering keronta dadaku bila mendengarnya. Dengar, terlepas dari di sisi manapun kau berada, aku tak pernah menganggapmu masa lalu. Sebab garis waktu terlalu fana untuk merangkai cerita kita. Biarkan ilalang menjadi s…