Kelambu Mendung



Kepada langit yang enggan sumringah belakangan ini, haruskah aku sendiri yang meniti tangga ke atas sana untuk menyibak kelambu mendung itu?

Sebab kau curi mentariku dari pangkuan ufuk timur. Padahal ia yang biasa menyapaku hangat. Agar tak ada lagi sesak rindu yang datang bersama angin subuh. Haruskah aku tenggelam dalam sengguk perasaan sepanjang hari?

Sebab kau curi pagiku bersama juntaian kaki di kursi manja. Padahal ini secuil kemewahan yang bisa kunikmati bersama secangkir kopi. Entah apa pula yang kaububuhkan, lidahku mengecap pahit lebih dari biasanya. 

Sebab kau curi senyum gadis dari penantian panjang mataku di sudut jendela. Padahal ialah kilau yang bisa kukagumi di balik kekerdilanku. Tak ada penyepuh keceriaan hari yang lebih baik dari lengkung manis itu.

Kembalikan langitku. Kembalikan cahayaku.
Kembalikan embun yang menjuntai angggun di ujung daun. Bukan terpaksa jatuh karna rintik yang memberatkan.



kapuk, 4/3/2016 


gambar dari sini

Comments

Popular posts from this blog

Laksana Hujan

"Baik Baik Saja"

Hai Kamu