Posts

Showing posts from January, 2016

Pekarangan Malam

Image
Kunang-kunang tak pernah berjanji untuk selalu bersinar menghiasi pekarangan malam. Sehingga tak ada pengganti bintang yang bisa diharapkan, untuk sekadar menyadarkanmu, bahwa setitik kilau gemerlap begitu anggun di tengah kegelapan. Dan kau selalu tersenyum karenanya.
Jika setiap bintang di angkasa mewakili jiwa yang masih bernafas di bumi, kau tak akan menemukanku menggantung manja. Karena aku lebih memilih menjadi langit malam. Agar saat kau memandang ke atas sana, kau dapat menikmati pijar kerikil angkasa yang menerangi wajah teduhmu. Aku senang melilhatmu menengadah dan tersenyum, walau tak benar-benar sedang menatapku.
Malam adalah definisi dari kelam yang mendamaikan. Jembatan antara kemewahan senja dan kelembutan fajar, dengan gemerlap kebijaksanaan di sepertiga ujungnya. Kemudian ditutup dengan sepasang jeda yang lebih berharga dari dunia seisinya.
Kuharap kita bisa menjejakkan kaki bersama di sana. Mensyukuri keindahan kilau kejora yang dititipkan sementara. Selanjutnya terjun …

Mimpi yang Tak diinginkan

Image
Salahkah aku bila hadir dalam mimpi yang tak kau inginkan? Sedangkan tak pernah kau sadari doa yang kuselipkan di celah jendela kamarmu, agar malam menyelimutimu dalam ketenangan. Maka tak sedikit pun terbersik hayal untuk datang dan mengusik engkau yang terpejam nyenyak.
Kau tatap aku kelam dengan ekspresi yang tak kumengerti, seakan-akan aku lah penyebab  gores pada hati yang enggan kau tunjukkan. Lantas bagaimana kuutarakan pembelaan bahwa tanganku tak pernah becus menyayatkan luka?
Andaikan aku terlahir dengan dua tanduk di kepala dan aura kegelapan yang menyelimuti, menyakitimu adalah hal terakhir yang terpaksa kulakukan. Sesosok monster pun bisa menyimpan hati selembut ufuk timur dan dada seluas samudra. Biar kubuktikan bahwa ini bukan sekadar pemanis hikmah dongeng pengantar tidur.
Sungguh tak sampai hati bila kuharus melihat butir air matamu mengalir jatuh. Tak juga kupunya daya untuk menyeka apa yang tak pernah bisa ditarik kembali oleh mata. Hanya kurelakan wajahmu dibasahi se…