Melepas Rindu




 Pada sebongkah bantal, ditekuknya perasaan yang jadi teman mimpi. Lalu ia bersihkan kelopak matanya dari kesal yang mengganjal.

Bersama hilangnya petang, ia sapu rindunya pada sudut ufuk, berharap hari ini terlewat dengan nafas lega. Ia ingin melupa.

Melepas rindu, bukan sekepal keinginan untuk bertemu. Sebab rindu bukan hasrat untuk dipuaskan, namun wujud tabah sebuah kerelaan.

Melepas tak juga berarti membiarkan. Sebab rindu perlu diikat, dengan doa dan kepercayaan, agar ia penuh penjagaan.

Pada secangkir kopi, disesapnya keihklasan yang menguatkan diri. Lalu ia bangun dari kelembaman yang memberatkan badan. Sudah saatnya ia beranjak.


kapuk, 7/10/15

gambar dari sini

Comments

Post a comment

Popular posts from this blog

Laksana Hujan

"Baik Baik Saja"

Hai Kamu