Jarak dalam Depa



Apalah guna jarak diukur dalam satuan depa? Jika saat bertemu tak sekalipun lemparkan sapa. Kita berjalan mendekat hanya untuk kemudian berpapasan. Lalu kaki kita melangkah ke arah yang berlawanan.

Masihkah arti kata ‘kita’ mewakilkan lakon ganda? Sementara aku dan kau terdikotomi pada ruas jalan yang berbeda.Tak ada harapan yang terikat, tak pula ada janji yang terucap.

Aku tak tak yakin kita berada dalam titik jeda, sebab tak kunjung kulihat tanda-tanda kalimat selanjutnya. Padahal dari bibir yang terkatup itu, ada jawaban yang pernah ditunggu. Rupanya sia-sia selama ini kumenyimpan tanda tanya.

Aku tahu, diammu bukan tanpa makna. Sorot mata itu tidak tak seperti dulu. Memang masih sendu, tapi jelas bukan untukku.

Biarkan demikian…

Tak ada yang bisa dipaksakan bila masing-masing berpihak pada keegoisan. Lalu apalagi yang harus dilakukan kalau bukan meniti jalan sendirian. Maka kuteguhkan diri untuk tidak menoleh kembali.

Sudah saatnya aku beranjak, merentangkan jarak untuk melawan jejak. Depa demi depa, kuhitung langkahku dengan runtut, dalam perjalanan yang harus terus berlanjut. 



liman, 13-10-15


gambar dari sini

Comments

Popular posts from this blog

Laksana Hujan

"Baik Baik Saja"

Hai Kamu