Ketahuilah


Ketahuilah, ada seseorang yang menaruh perhatian padamu dalam diam. Di balik kesibukanmu, ia cari tahu kabarmu lewat teman dan orang-orang terdekatmu. Barangkali tak seharipun ia lewatkan tanpa mengkhawatirkanmu.

Dia jugalah orang yang diam-diam bangun dari tidurnya dan mendoakanmu dalam dekapan tangannya. Ia habiskan malam tuk memeluk rindunya erat-erat. Tak ada yang ia tuntut dari langit pagi selain sinar mentari untuk selalu cerahkan hari-harimu.

Sejak bola mata kalian saling bertemu – yang mungkin tak kau sadari, ia telah memupuk harapan akan dirimu. Harapan yang membuatnya terus menanti senyummu di esok hari.

Sengaja ia rentangkan jarak denganmu agar kau lebih leluasa. Demi mimpi dan masa depanmu, sama sekali ia tak keberatan berpisah. Ia paham betul apa makna merelakan.

Ketahuilah, orang itu, betapapun besar perhatiannya, seringkali luput dari pikiranmu.

Bukanlah ia yang kau berikan kado ulang tahun. Bukan ia yang menerima ucapan selamat tidur.  Bukan pula ia yang kau sebut namanya dalam doa.

Meskipun begitu, tak berhenti ia ketuk pintu langit untuk satu pinta: semoga panjatan doamu dengan segala keinginanmu terkabulkan.

Ketahuilah…. ketahuilah…

dialah ibumu…

Terlepas dari abaimu, tak sedikitpun ia kendurkan cintanya.

Maka terlalu naïf bila kau harapkan cinta manusia yang lebih tulus dari selain dirinya.



Komagome, 5/8/15


gambar dari sini

Comments

Popular posts from this blog

Laksana Hujan

"Baik Baik Saja"

Hai Kamu