Posts

Showing posts from June, 2015

SMT: Muslim Rikkokai

Image
Barangkali salah satu ketidaknyamanan menjadi minoritas adalah melakukan segala sesuatu sendirian, sulit menemukan teman untuk bersama sama menjalani ibadah di bulan Ramadhan. Hal ini mengusik saya untuk mengajak teman-teman muslim ASEAN yang ada di asrama Rikkokai untuk setidaknya bersama-sama memeriahkan bulan Ramadhan. Saya pun berinisiatif membuat grup chat whatsapp.
Di asrama tempat saya tinggal terdapat 8 orang muslim yang berasal dari Indonesia, Malaysia, dan Brunai Darussalam. Walaupun satu asrama dan satu kampus, kami tidak terlalu sering bertemu mengingat kelas yang kami ambil berbeda-beda. Kalaupun ketemu biasanya itu di dapur atau toilet dan tak banyak interaksi yang dilakukan.
Lewat cara klasik, acara pertama yang kami buat adalah: buka bersama. Saya mengajak mereka untuk buka bersama di sebuah restaurant italia dekat asrama, Prone Pane. Pemilik restaurant ini adalah seorang muslim Banglades yang menyediakan makanan halal dan tempat shalat di dalam restaurannya. Semua sepa…

SMT: Ramadan di luar Kampung Halaman

Image
Ramadan ini adalah kali ketiganya saya berada di luar tanah air. Di tahun sebelumnya saya berkesempatan menjalani ibadah puasa di dua kota yang nyaris bernama sama namun dengan kondisi yang bertolak belakang, Madina dan Manila. Ada tantangan tersendiri di setiap pengalaman berpuasa di negeri orang, tidak terkecuali apa yang sedang saya alami saat ini di Tokyo, Jepang
Madinah (Arab Saudi) memilki atomosfir Ramadan yang sangat kental. Orang yang berpuasa di sana bisa dikatakan cukup termanjakan. Masjid-masjid tebuka untuk itikaf, pemandangan orang nderes quran ada di mana-mana, dan masyarakat berbondong-bondong sedekah iftar dan sahur. Saking banyaknya pernah suatu ketika saya membawa pulang dari masjid setengah karung berisi roti, kurma, dan yogurt. Saya pun membagikan ulang di perjalanan pulang. Namun yang menjadi tantangan adalah suhu yang sangat panas dan udara  yang kering.
Hal ini tentunya berbeda jauh dengan Manila (Filipina) di mana muslim merupakan minoritas (sebagian besar tingg…

Selepas Sakura

Image
Kini gerbong kereta tak ubahnya seperti kamar yang biasa menjadi tempatku melamun. Musim semi mengubah rutinitasku yang biasa menghabiskan beberapa lembar buku sebelum sampai di stasiun tujuan. Kulepaskan pegangan pada hand grip dan merapat ke pintu berjendela kaca, memberikanku kesempatan untuk mengamati keelokan di luar sana.
Di balik jendela kereta kulihat kelopak Sakura jatuh berguguran, pergi meninggalkan rating rapuh yang seakan ingin merengkuhnya kembali. Ia berpilin anggun bersama sepoi angin sore. Saat itu pula ingatanku melompat jauh ke belakang. Kereta melaju cepat, membelah padatnya kota. Sementara aku tak bisa bernjak dari dari masa itu.
“Kenapa Sakura hanya mekar tak sampai dua minggu dalam setahun?” Tanyamu polos dulu. Saat itu aku tak benar-benar memedulikan pertanyaanmu, tak sadar bahwa bersamamu adalah hal yang paling ingin kulakukan saat ini. Saat itu kita dipertemukan dalam waktu yang kurang tepat, atau kurang siap tepatnya.
Andaikan Sakura bisa berbicara, barangkal…

Lelahnya Menunggu: Sekilas Ulasan Biaya Menunggu dalam Perspektif Ekonomi Transportasi

Image
Walaupun bukan penduduk nomaden, dalam menjalankan aktivitas sehari-hari setiap orang pasti bepergian dari satu tempat ke tempat yang lain, misalkan untuk bekerja, sekolah, belanja, atau berlibur. Karenanya permintaan akan moda transportasi akan selalu ada, baik dengan kendaraan pribadi maupun umum.
Selama belum ada alat transportasi seperti ‘pintu kemana saja’ milik Doraemon, dalam proses bepergian tersebut akan selalu ada waktu yang kita habiskan untuk menunggu, entah itu di dalam kendaraan atau di luar kendaraan. Pengguna kereta akan menunggu datangnya kereta sesuai jadwal. Di dalam kererta pun mereka harus menunggu hingga sampai tujuan. Bahkan, untuk pengguna kendaraan pribadi pun kadang harus menunggu pemanasan mesin hingga kendaraannya siap digunakan.
Di luar dari kiasan kata ‘menunggu’ untuk kepastian perasaan dari dambaan hati, aktivitas menunggu yang sebenarnya dalam konteks bepergian itu melelahkan bukan?  Tapi pernahkah kita coba mengukur seberapa besar pengorbanan kita dala…

Nona di Seberang Sungai

Image
Duhai nona di seberang sungai Angin apa yang membawamu ke sini Masihkah kau anggap hijau, Helai daun musim lalu
Awasi jalanmu di atas pematang Kadang lubang menganga tanpa permisi Tapi jangan luput kau perhatikan Juntai menawan embun pagi
Lunglai lambat tanganmu membelai padi Tak setangkai pun yang sudah menguning Carilah genggaman lain Ranting kokoh yang menjinjing buah
Kepada aku penggembala kerbau Kau mintakan suara alam Sayang, tak sebatang seruling kupunya
Habis sudah bambu ditebang untuk manjakan nona manis tapi sayang, nona hanya berdiri di seberang sungai




kotake-cho
4-6-2015



gambar dari sini

SMT: Waseda Honjo Trip

Image
May 29, 2015 some AIMS students, including me went to Waseda Honjo High school for a fieldwork trip. We depart form Waseda main campus at nine o’clock. We spent about two hour by bus to get there. Some engineering students also join the ride because they have to come to laboratory in Honjo Waseda.



Waseda Honjo Campus is very huge, almost 8 times larger than Waseda Main Campus.  There is not only high school building, but also research laboratories and sport facilities. The campus is lovely and green, surrounded by many trees and agriculture field, away from the city crowd. It’s a convenient place for studying and self-developing.
We came to third year class, consisted of students experiencing living abroad. We are requested to watch their presentation about Japan in English. There were four groups consisted of three until four students. They presented different topics which are Japanese food, bento (lunch box), japan education system, and JK (high school girls). Because they used to li…