Posts

Showing posts from April, 2015

Sakura

Aku masih menyelipkan jemari di balik saku jaket seperti minggu-minggu sebelumnya. Tapi tak lagi kutundukkan wajahku menghindari terpa angin sisa musim dingin. Kutinggalkan syal dan kupluk agar tak mengganggu pengelihatan. Barangkali aku masih menggigil, tapi siapa pula yang tidak bersemangat untuk melihat corak indah yang selama ini bersembunyi dalam kucup: sakura.
Tak biasanya taman seramai ini. Sebelumnya aku hanya menghabiskan waktu bersama merpati dan beberapa paruh baya dengan anjingnya. Kini orang-orang menggelar tikar, membuka kotak-kotak makanan, serta menegakkan gelas-gelas. Tak Peduli sebotol jus atau sekaleng kola yang mereka minum, semua bersula dalam kegembiraan.
Maaf, tak bisa kupenuhi permintaanmu.Tak  bisa kupetik bunga sakura walau setangkai pun. Tak tega kulepaskan  rekah merah itu dari tempatnya berjuntai. Tak mau kulayukan kelopak anggun itu hanya karena ingin kaumiliki.
Maaf, aku juga tak janji bisa menceritakan betapa indahnya. Entah bagaimana menyusun diksi yang t…

SMT: Keluarga Baru

Image
Salah satu kegiatan yang ditawarkan kampus dalam rangkain program pertukaran pelajar adalah homestay. Bekerja sama dengan organisasi Hippo Family, para pelajar AIMS masing-masing berkesempatan berkesempatan menginap di rumah penduduk jepang. Saya sendiri tinggal rumah keluarga Tsuchiya. Mari saya kenalkan satu-satu



Norihisha Tsuchiya, sang Bapak yang pekerja keras. Di hari kerjanya sebagai pegawai perusahaan IT, ia bisa menghabiskan waktu dari jam delapan hingga sepuluh malam. Meskipun sibuk ia sangat lengket dengan anak-anaknya, terlebih Konsuke yang selalu minta gendong. Saya sedikit sulit berkomunikasi dengannya karena masalah bahasa. Ia juga seorang yang cukup pemalu, namun selalu berusaha ramah dan membantu sebisa mungkin. Tampangnya memang kalem, tapi ia jagoan sky di hamparan salju.
Yuko Tsuchiya, sang ibu yang lembut dan baik hati. Sesuai dengan permintaannya, saya memanggilnya Okaasan (ibu). Saya juga putuskan menggunakan panggilan Otoosan pada suaminya. Okaasan cukup mahir ber…

SMT: Menulusuri Tokyo

Image
Perkuliahan baru di mulai bulan April, artinya saya punya banyak waktu untuk melancong keliling Tokyo. Tentunya di luar jam orientasi yang telah di tentukan dari Waseda. Banyak destinasi turis yang menarik di Tokyo. Beserta beberapa teman dari Brunai Darussalam, saya melancong ke beberapa landmark terkenal di Tokyo.

Tempat pertama yang saya akunjungi adalah Harajuku. Apalagi kalo bukan soal tren fashion yang menjadi isu populer di sini. Di harajuku ada jalan bernama Takeshita street, tempat berjejer toko-toko busana maupun berbagai accessories muda-mudi. Adapula café tempat manggung idol group. Sudah pasti kita akan melihat light stick berseliweran di sini.


Kalau beruntung di jalan tersebut kita bisa melihat orang dengan dandanan harajuku banget. Beberapakali saya berpapasan, sayangnya saya tidak terlalu sigap mengangkat kamera. Setiap harinya 10.000 orang datang berkunjung untuk berbelanja, nongkrong, atau sekedar mencari tahu tren fashion terbaru. Tidak bisa dibayangkan dulu Harajuku…

SMT: Mandiri

Image
21 Maret 2015. Saya tiba di Jepang dan sedikit terkejut. Ekspektasi musim semi yang saya bayangkan hangat hilang seketika. Yang ada saya justru bergemeletuk gigi dengan dinginnya udara. Maklum, saya yang biasa hidup di Depok ini tak mungkin kuat dengan suhu 10o – yang kata orang Jepang sudah jauh lebih hangat dari musim dingin.
Sesampai di bandara saya langsung di antar menuju Rikkokai Dormitory, sebuah asrama khusus pelajar internasional. Asrama yang akan saya tinggali untuk lima bulan ke depan ini cukup nyaman. Fasilitasnya cukup memadai, termasuk ruang belajar, halaman, dapur, hingga perpustakaan. Andaikan sekaligus ada mushallah, pasti makin oke. Namun satu hal yang paling saya suka dari  tempat ini adalah beberapa pohon sakura yang menghiasi depan gedung.


Penghuni Rikkokai bukan hanya 26 peserta program AIMS Waseda yang berasal dari 4 negara (Indonesia, Malaysia, Thailand, Brunei, Filipina), tapi juga ada mahasiswa dari universitas lain seperti Musashi University dan Tsukuba Univer…

Teman

Image
Di sepenggal kehidupanmu, boleh jadi kau menemukan seseorang yang menurutmu spesial, yakni satu dari sekian banyak orang yang saat kau mengibaskan pandangan, matamu terhenti padanya. Ia mengisi ruang kosong di hatimu yang sedari lama kau abaikan.  Ia yang dengan hanya senyum dan sapanya menggerakkan jiwamu untuk menumbuhkan perasaan.
Berawal dari perkenalan ringan, kau cari tahu segala hal tentang dia, mulai dari hobi, kebiasaan unik, makanan kesukaan,  alamat, tempat-tanggal-lahir dia dan juga adiknya, sampai sulit membedakan antara dirimu dan petugas sensus. Kau juga dekati teman-temannya dan berlagak seperti wartawan kelas kakap. Lalu kau jadi tahu segala hal tentang dia, tak terkecuali soal warna gelang yang ia gonta-ganti setiap harinya.
Jika kau punya kelas yang bersamaan dengannya, kau akan merasakan dua jam tercepat dalam hidupmu. Bahkan tak sempat untuk sekadar menjawab panggilan absen dari dosen. Selepas kelas itu,  waktu bagai karet yang memelar begitu elastis. Yang kau piki…

SMT: Terbang

Image
Bagaimana lebah bisa terbang? Karna dia mengepakkan sayapnya. Tentu saja. Tapi dengan badan besar yang sangat gendut dan tidak proporsional dengan sayapnya, pakar aeordinamika pun sulit menjelaskan bagaimana lebah bisa mondar-mandir ke sana kemari dengan sangat leluasa. Apalagi mereka biasa membawa polen, nektar, dan muatan lainnya. Ahh, kalau Allah berkehendak, apasih yang tidak bisa?
***
Mendapatkan tiket masuk ke Waseda University sebagai mahasiswa pertukaran pelajar tidak langsung menjamin saya bisa ke Jepang. Untuk mendapatkan izin tinggal di sana, saya harus menyertakan bukti yang menunjukkan kemampuan finansial. Tentu saja saya tidak punya puluhan juta rupiah di rekening yang seringkali sesak nafas karna jarang diinjeksi. Namun untungnya tempat ayah saya bekerja mau mengeluarkan semacam surat jaminan untuk biaya hidup[1] sehingga proses pengajuan certificate of eligibility menjadi lancar.
Namun masalah belum selesai. Lantaran tidak mendapat beasiswa untuk tinggal di sana, saya mas…