Posts

Showing posts from February, 2015

Di mana doaku?

Image
Tadi pagi aku berdoa. Aku penasaran apakah doaku telah sampai pada-Mu.
Kucari-cari website untuk melakukan pengecekan pengiriman barang, ternyata tidak ada barang jenis ghaib layaknya doa. Padahal kan banyak orang yang mengirimkan doa setiap hari. Aku juga tidak punya nomer resi untuk dimasukkan ke kolom pencarian. Semestinya para kurir bisa lebih serisus menangani hal ini.

Aku benar-benar ingin tahu kabar pengiriman doaku. Sudah sampai mana ya? Andaikan ada matakuliah yang menjelaskan identifikasi kelajuan dan posisi doa atau seminar mekanisme transmisi doa pasti sudah aku ambil. Saking penasarannya aku berharap ada reality show ekspedisi pencarian doa. Tak akan kulewatkan satu episode pun.

Mungkin lain kali aku harus menempelkan penyadap pada doaku agar aku bisa melacaknya lewat GPS. Mungkin juga aku bisa memakai teropong bintang untuk mengikuti geraknya menuju langit. Atau barangkali harus kukirimkan lewat Whatsapp agar tahu apakah doaku masih pending, delivered, atau sudah read.  Bag…

Riset Pendidikan Tinggi Indonesia

Bagai macan ompong, institusi pendidikan tinggi Indonesia sering kali dianggap belum bisa memberikan hasil konkret untuk permasalahan negeri. Kiranya bangku kuliah masih berkutat pada pembahasan dan diskusi teori, sementara riset-riset yang dihasilkan masih sangat minim dan belum berdampak signifikan bagi masyarakat. 

Padahal, penelitian dan pengabdian masyarakat merupakan bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi. Tidak seperti pendidikan SD, SMP, atau SMA, perguruan tinggi bukan hanya tempat untuk belajarmengajar, namun tempat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan melalui penelitian. Sayangnya produktivitas perguruan tinggi dalam memublikasikan hasil riset masih rendah. 

SCI mago mencatat pada 2013 Indonesia hanya bisa memublikasikan 4.175 jurnal ilmiah. Jangankan untuk mengejar negara sekelas Jepang (121.668), angka tersebut masih jauh di bawah Singapura (17.052), Thailand (11.313), dan Malaysia (23.190). Inilah salah satu hal yang menyebabkan perguruan tinggi Indonesia sulit menembus 10…

Kau dan Pagi

Image
Karena kau, aku bisa menghabiskan pagi dengan hanya diam – merenungi apa yang tidak kumengerti. Lalu berantai hingga membekukan hiruk-pikuk di lorong kantor, bahkan sampai matahari kembali merapat ke peraduannya.
Kau dan pagi, entah mengapa seringkali mengganjalku pergi. Sementara rindu semalam malah membekapku lebam. Dan hujan pagi ini membuat diamku menjadi-jadi, mendramatisir bercokolnya kemelut hati. Inginku lenyap melesat jauh, tapi tak sejengkal pun kaki kecilku beranjak melangkah.
Seperti seorang penulis skenario, kubuat dialog-dialog khayalan. Maka terucaplah canda-gurau antara dua insan, namun pemerannya hanya aku seorang. Aku, sampai sepenggal kata ini, tak lebih dari pecandu drama yang sejatinya hanya monolog kosong. Kiranya kegundahan membuat seseorang tak ubahnya seperti orang gila.
Kadang aku menggerutui nasib yang memaksaku menjadi perempuan, makhluk perasa yang sibuk mengurai benang kusut di hatinya. Padahal semuanya begitu jelas. Tak ada benang biru yang bisa kusulam jad…

IPK BUKAN SEGALANYA: Mengapa Terkadang Kita Lebih Memilih Rapat Organisasi daripada Mengerjakan Tugas Kelompok?

Mahasiswa memiliki kewajiban mutlak untuk mengikuti rangkaian kegiatan akademis, mulai dari pembelajaran di kelas, pengerjaan tugas, hingga ujian di tiap semesternya. Namun bagi penulis dunia perkuliahan bukan melulu soal menjaga kehadiran tatap muka dan berupaya sekuat mungkin mendongkrak IPK. Banyak hal bisa dilakukan selama menempuh pendidikan di bangku kuliah,  termasuk mengikuti hiruk pikuk kegiatan organisasi.
Organisasi dapat dijadikan tempat yang tepat untuk mengembangkan diri, mengaktualisasikan keinginan, serta menyalurkan kontribusi. Mereka yang ingin meningkatkan jiwa kepemimpinan, public speaking, beserta networking skill lainnya akan mengerumini stand pendaftaran saat musim perekekrutan terbuka dimulai. Bak pasar yang tidak ada habisnya, banyak organisasi atau kepanitiaan yang diselenggarakan kampus.
Telah kita semua ketahui bahwa normalnya tidak ada insentif material yang menjadik penarik mahasiwa untuk bergabung dalam organisasi (karena masih belum berada dalam dunia ke…