Pahlawan Tak Bersepatu Lars




Dialah pahlawanku. Aku tahu Ia tidak besar, kekar, atau memiliki ayunan tangan yang kuat.
Ia tidak memegang senapan, kapak, atau pisau, bahkan memakai sepasang sepatu lars pun tidak.
Ia juga tidak diceritakan dalam kisah-kisah epos yang mendebarkan, tapi ia tetap pahlawanku.

Ia bangun sebelum sebelum fajar menekuk gulita petang.
Selalu ada bisik sakral yang menggema di dinding kamarnya.
Aku tak benar benar mendengarnya.
Namun itu tersampaikan begitu saja lewat perantara ketulusan.

Sebelum langit menggeret mentari terlalu tinggi, ia sudah menantang hari dengan kemeja sahajanya.
Tapi tak pernah lupa ia mendengar kisah tentang aku dan si bola bundar,
saat sebutir telur mata sapi menatap iri keakraban kita.

Sembari menyeka bekas susu di ujung bibir, aku mengantarnya sampai ujung pintu.
Langkah kakinya menjejakkan keyakinan dan kesungguhan.
Kulambaiakan tangan melepasnya pergi, berharap ia bisa mendengar ceritaku lagi saat pulang nanti.

Aku tidak tahu pasti apa yang ia lakukan di luar sana,
saat terik matahari memaksa setiap orang menyeka dahi.
Apapun itu, selalu ia pastikan asap dapur mengepul harum di esok hari.

Bersama tas punggung hitam lusuh itu, ia pulang sebelum lentera senja padam dan menebarkan bebayang.
Dari sudut jendela, kuintip ia yang sibuk mengubah raut wajah.
“Jadi bermain kasti sore ini?” Ia mencoba sembunyikan lelah.
“Kita melihat matahari terbeman saja di pantai” jawabku mengasihaninya.

Saat malam mulai terlipat dan hendak berganti dengan lembaran mimpi,
selalu ia ceritakan kisah-kisah tentang pria berparas menawan,
yang katanya mampu membelah bulan dan menakhlukkan jazirah di timur sana,
Aku mengagumi kehebatan dan kebijaksanaanya.

Sekarang kulihat rambunya sudah memutih.
Aku juga tak perlu lagi menjinjit untuk samai tingginya.
Waktu jelas berputar, namun semua kisah itu sama sekali tidak tergulung.
Dulu, kini, dan nanti,

Ia tetap pahlawanku.


Karanganyar, 12-11-14



gambar dari sini

Comments

Post a comment

Popular posts from this blog

Laksana Hujan

"Baik Baik Saja"

Hai Kamu