Sama-sama Kuning

menjauh dan mendekat

Sama-sama kuning,
satu untuk warna bendera,
satu untuk warna janur.

Sama-sama kuning,
yang ini menandakan duka,
yang itu mengabarkan gembira,

Percalayalah bahwa kesedihan dan kebahagiaan itu digilirkan masing masing di antara kita. Tidak ada kuasa untuk melawan apa yang telah tertulis dalam lembaran takdir. Manusia tak bisa lompat dari batas jerih usaha dan rapalan doa. Kita berada di antara tangan yang mendekat pada seikat genggam dan tangan yang menjauh dari ujung pelepasan.

Kuning.
Pilu-pasi para pelayat datang menghaturkan iba.
Semua larut dalam sedu sedan tak berkesudahan.
Lembaran kehidupan telah usai.
Lantunan doa-doa mengiringi kesunyian.

Perpisahan adalah sebuah keniscayaan. Orang boleh bilang masa depan itu misteri, tapi yang jelas mati itu pasti. Bermimpi dan mempersiapkan masa depan adalah hal baik, tapi prihatin dan bersiap diri untuk hal yang jauh lebih pasti tentu  tidak dapat ditawar lagi. Sebelum perpisahan itu datang, kita tak akan pernah tahu kapan bendera kuning berkibar di depan rumah kita.

Kuning.
Sumringah-cerah para tamu undangan memamerkan wajah.
Semua bersambut dalam tawa-riang yang telah lama dinanti.
Lembaran baru kehidupan terbuka.
Harapan-harapan muncul ikut memeriahkan.

Pertemuan itu telah direncanakan.Tak bisa dipaksa-paksa, apalagi dengan cara yang tidak halal. Yakinlah bahwa Dia adalah pembuat skenario terbaik yang menjanjikan jodoh terbaik pula. Apa yang menurut kita baik belum tentu bagi-Nya seperti itu, begitu pula sebaliknya.  Sebelum pertemuan itu datang, kita tak akan pernah tahu kapan janur kuning menghiasi gapura jalan menuju rumah kita.

Sama-sama kuning,
titik dua buka kurung
titik dua tutup kurung



.
gambar dari sini

Comments

  1. gak kepikiran sebelumnya kalo dua-duanya itu samasama kuning, dua kuning yang jadi sebab mengunjungi (gycen khusunya)

    ReplyDelete

Post a comment

Popular posts from this blog

Laksana Hujan

"Baik Baik Saja"

Hai Kamu