Posts

Showing posts from April, 2014

Larutan Asmara

Image
Masih tersisa…

Kopi pahit yang tak kau minum habis. Kau tinggalkan secangkir larutan prasangka yang mendingin. Lalu perlahan-lahan mengendap dalam gumpalan rasa curiga. Ada apa denganmu?

Syahdan, aku masih duduk di bangku pojok cafe. Tempat yang sama ketika dulu kita pertama bertemu. Tak kutemukan titik kesudahan dari percakapan yang kau mulai tadi. Tapi kau sudah pergi tanpa penjelasan.

Kata orang air yang menggenang mudah menimbulkan penyakit. Bayangkan saja bagaimana rasa sakitku karena tak dapat mengalirkan resah. Kau selalu menuntut tanpa pernah mengerti aku yang carut marut. Lalu mesti ke mana gundah ini bermuara?

Masih ada…

Bekas bibirmu yang tertempel pada tepi beling. Bibir yang pernah mengecup manis di ujung kening. Tapi kini tanpa segan ia mengelupas, tak ada lagi ketulusan yang merekatkanya. Terlebih setelah keluar ucapanmu yang begitu menyakitkan.

Ahh… tapi tidak ada istilah rasional dalam cinta. Satu tambah satu tak selalu berujung dua. Berapakalipun kau sayatkan luka, perasaa…

Harapan Prematur pada Pemilu

Image
Tepat pada 9 April lalu, Indonesia telah melaksanakan pesta demokrasi akbar, yakni Pemilihan Umum (Pemilu) untuk anggota legislatif. Terlepas dari bagaimana hasilnya, euforianya dirasakan oleh segenap warga Negara dari berbagai lapisan dan golongan. Dari pemilu ini berbagai ekspektasi bermunculan, bukan hanya tentang siapa duduk di posisi apa, tapi termasuk juga bagaimana  arah pembangunan Negara ini. Pada dasarnya Pemilu memang menentukan orang nomor satu di Negara Indonesia. Pemilu juga menentukan orang orang penting yang punya kuasa khusus sebagai pejabat struktural. Sedikit banyak, arah pembangunan Negara merupakan implikasi dari hasil pemilu. Namun agaknya menjadi ironi bila masyarkat hanya berharap pada pemilu.Menilik catatan sejarah, Indonesia telah melaksanakan pemilu sejak 1995. Sejak saat itu pula pemilu sering kali menuai isu-isu kontroversial, bahkan muncul kasus kasus politik yang mencederai hukum dan undang-undang. Kecacatan Pemilu mengakibatkan ketidaktepatan penempatan…

Galau Koalisi Partai-Partai Islam

Image
Menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, partai politik tak ubahnnya seperti remaja yang masuk masa puber.Kini partai-partai sedang bergalau ria menimbang-nimbang pasangan yang akan diajak maju bersama. Kode-kode bermunculan untuk menarik lawan atau kawan. Tidak terkecuali sinyal koalisi yang disulut Amin Rais pada Kamis (17/4/2014) lalu.Atas inisiasi tersebut, lima partai politik yang berbasis massa Islam membuat sebuah pertemuan untuk membahas peluang koalisi di Pilpres. Secara kasar, penggabungan persentase suara PAN, PKS, PKB, PPP dan PBB mencapai 31%. JIka berhasil terbentuk, koalisi bernama Indonesia Raya ini memiliki modal yang cukup besar untuk bertarung di pesta demokrasi nanti. Namun kemenangan pesta demokrasi nanti masih menjadi tanda tanya besar.Pada pemilu 1999, Partai-partai Islam bergabung dalam koalisi poros tengah. Koalisi yang juga dipelopori Amin Rais ini berhasil mengusung Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menduduki kursi kepresidenan. Beda zaman, beda kondisi. Koali…