Di Persimpangan Jalan

crossroads


Aku dan kau,

Langkah kita terhenti pada jeda. Biarlah sejenak kuhela nafas panjang, mengatur ritme pompa darah dalam tubuh.  Kita basah dalam peluh. Kulihat satu butir keringat mengalir di pipimu, merosot turun sampai di ujung kesadaran bahwa kini kita berada di persimpangan jalan. Air pasrah mengikuti kehendak bumi untuk jatuh, tapi kita punya pilihan yang dapat diambil.

Kita telah lalui perjalanan panjang. Jika boleh kuputar lagi memori ini, banyak hal telah terjadi. Masihkah kau ingat tentang lubang jempol kaos kaki, stempel palsu jurnal ilmiah, atau bumbu ketoprak tanpa kacang? Aneh tapi seru. Sendu tapi kukuh. Tak ada gandeng tangan, tapi canda tawa sudah terlalu menyenangkan.

Aku menoleh persis setelah kau melepaskan pandangan dariku. Sepertinya senyummu tak mampu menyembunyikan cemas. Pikirku kita sama-sama punya tanya. Ke arah mana kita akan berjalan?

Aku dan kau,

Lurus atau berbelok tak menjadi masalah. Kita bukan sepasang baja rel yang harus terus bersama. Kita adalah air yang mengalir bebas, namun tetap bermuara di ujung yang sama. Biarlah kaki kita yang menentukan. Seberapapun jauh perjalanan yang akan kita arungi, semua dimulai dari satu langkah.

Jika tiba perihal yang tak selaras kehendak angan: Boleh jadi kita rapuh.

Jika jumpa rintangan yang menyayat perasaan: Boleh jadi kita jatuh

Jika datang cobaan yang menguji kesabaran : Boleh jadi kita lumpuh

Tapi kita tetap bisa saling menguatkan untuk terus teguh tanpa keluh.

Tak bersama bukan berarti tak ada sapa. Jika bumi tak mengizinkan kita untuk bertemu, biarlah langit yang menjadi perantara. Kita bertemu dalam doa tulus untuk kebaikan masing-masing. Lalu izinkan hembusan angin untuk sampaikan kabarmu.

Aku dan kau,

Jejak langkah kita di jalan mungkin tak bisa membekas terlalu lama. Namun memori kita lebih faham untuk menyimpan apa yang susungguhnya berharga. Sisihkan tempat terbaik di antar celah-celah hatimu. Perjalanan kita selama ini lebih dari sekedar bermakna.

Ke manapun kaki ini melangkah, kuharap kita bertemu nanti. Apapun yang akan terjadi setelah ini, aku menanti kisahmu di ujung jalan

 

gambar dari sini

Comments

Popular posts from this blog

Laksana Hujan

"Baik Baik Saja"

Hai Kamu