PO's Note: Pelatihan Pengajar

Selama UTS saya tidak terlalu banyak berkecimpung di kepanitiaan Master. Bukan menghela, tapi justeru menahan nafas. Untungnya hanya satu setengah minggu dan saya dapat kembali beraktivitas seperti biasanya.

Layaknya berbagai aktivitas organisasi atau kepanitiaan lain, Master tidak mengadakan kegiatan apapun. Namun bukan berarti kami kami tak bergerak. Kami harus menyiapkan beberapa hal karena telah diputuskan bahwa senin tanggal 4 November 2012 kegiatan belajar mengajar dimulai. Untuk menghadapi hal ini para pengajar dan seluruh jajaran panitia harus diberi bekal yang cukup. Oleh karena itu Master mengadakan pelatihan pengajar.

Alhamdulillah, 1 November 2013 pelatihan pengajar telah terlaksana dengan baik. Berberapa hari belakangan Depok memang diguyur hujan, tapi tidak untuk membasahi semangat kami dalam melaksanakan kegiatan ini. Para pengajar cukup antusias dalam mengikuti kegiatan ini.

Pada training pengajar kali ini, Master mengundang tiga pembicara. Pertama, Mas Sugeng, relawan yang mengurus bagian pendidikan di YABIM. Kedua, Raihan, project officer Gerakan UI Mengajar 2012. Ketiga, Elis, Koordinator kurikulum Master FEUI 2012. Mereka adalah orang-orang yang telah banyak berkontribusi di dunia sosial-pendidikan. Tentunya banyak ilimu yang kami dapat saat pelatihan.

Agar lebih asyik, training pengajar ini dikemas dalam bentuk talkshow. Di sini Abigail melakukan debut keduanya sebagai MC sekaligus moderator. Secara bergantian Abigail melemparkan pertanyaan kepada Mas Sugeng dan Kak Raihan. Beberapa hal saya catat dengan baik.

Apa Motivasi terbesar dalam melakukan kegiatan sosial?

Menurut kak Raihan, hal yang mendorongnya terjun di dunia sosial adalah keinginan untuk melakukan hal yang bermanfaat untuk sesama dan mengubah ketidakberdayaan masyarakat tidak mampu menjadi lebih baik. Sedangkan Mas Sugeng mengatakan menjadi bagian dari Master memberikan warna, semangat, dan refleksi bagi diri sendiri. Di sana ia berjuang untuk melayani apa yang tidak dilayani oleh negara.

Pengalaman terbaik yang didapat selama mengabdi?

Kali ini Mas Sugeng menjawab dengan sedikit filosofis. Ketika membaca sebuah buku titik fokus kita tertuju pada halaman yang kita buka. Dan proses pembelajarannya terbatasi pada lembar-lembar isi buku tersebut. inilah yang terjadi saat melakukan rutinitas harian seperti bekerja. Berbeda dengan saat melakukan kegiatan sosial. Di situ Mas Sugeng merasa membaca sebuah buku tak terbatasi halaman. Bisa loncat kemanapun yang ia suka. Tiap lembar adalah apa ia tulis sendiri.

Pesan untuk pengajar Master FEUI?

Kak Raihan juga pernah menjadi pengajar Master FEUI. Ia tahu betul bagaimana mengahadapi anak-anak di sana. Saat mengajar, hal yang perlu senantiasa diisi ulang adalah semangat dan kesabaran. Anak-anak di sana memiliki karkteristik yang berbeda dari anak-anak pada umumnya. Intinya pengajar harus telaten.

Selanjutnya adalah penyampaian evaluasi dari Kak Elis yang merupakan koor kurikulum Master FEUI tahun lalu. Ia menyampaikan beberap akendala yang sering terjadi dalam proses belajar mengajar. Ia juga memberikan pilihan solusi atas permasalahan tersebut, termasuk juga usaha prefentifnya. Dalam penyampaiannya Ia sangat menekan pentingnya ikatan yang dibangun antara pengajar dan yang diajar. “kalian harus dekat dengan mereka. Ajak ngobrol hal-hal selain pelajaran. Anggap saja keluarga sendiri.” tambah kak Elis.

Di akhir presentasinya Kak Elis memutar sebuah video. Video ini berisi kisah dua tempayan yang selalu di bawa seorang nenek ke sungai untuk mengambil air. Salah satu tempayan itu retak dan bocor sehingga saat sampai di rumah air yang dibawa tempayan tersebut selalu tidak penuh. Karena tidak enak hati, tempayan tersebut mengadu dan meminta maaf kepada si nenek. Tak seperti yang dipikirkan si tempayang retak, nenek tak pernah marah padanya. Ia justru menyampaikan terima kasih. “Aku menanam bibit bunga di sepanjang jalan menuju sungai. Tanpa kau sadari, air yang menetes dari tubuhmu menyirami bibit itu setiap hari. Kini aku bisa bisa memetik bunga-bung yang telah tumbuh tinggi itu untuk kujadikan hiasan di rumah. Kau lihat sendiri, cantik bukan?”

Tak perlu jadi sempurna untuk bisa berbagi, bukan? Kita hanya perlu menemukan cara yang tepat.

Comments

Popular posts from this blog

Memperjuangkan

Luka

Rembulan Malam Ini