PO's Note: Lebih Semangat

rain-on-the-window-pane-5


Seperti kemarin, sore ini hujan. Seperti hari sebelumnya, langit menjatuhkan air bahnya. Jalanan diselimuti air tipis yang mengalir mencari tempat untuk menggenang. Sementara angin yang berhembus -membelai kulit- membuat gigi bergemeletuk. Saya duduk manis di beranda kelas – menikmati tarian hujan yang membosankan. Tetes demi tetes air mengantri jatuh dari tepi genting. Statis, tanpa ekspresi. Sepertinya memperhatikan dinamisasi kehidupan di dalam  kelas lebih menarik.

Sudah tiga minggu ini kegiatan belajar mengajar Master FEUI berjalan. Hampir setiap sore saya usahakan datang untuk sekadar menyapa. Entah berarti atau tidak, semoga ucapan “semangat belajarnya ya” sedikit mengusir penat mereka belajar seharian.

Meningkatkan performa dari tahun sebelumnya, sekarang Master FEUI menambah satu kelas bimbingan yang dikhususkan untuk siswa kelas XI. Memang masih dua tahun lagi mereka akan menghadapi Ujian Nasional. Tapi mereka jangan salah. Semangat mereka untuk belajar luar biasa, bahkan menurut saya melebihi siswa kelas XII. Selain kehadiran mereka lebih tinggi, mereka juga lebih aktif menanggapi umpan yang dilempar pengajar. Diharapkan peserta yang mengikuti kelas ini dapat menularkan ilmunya kepada teman-teman mereka selama di kelas normal. Maunya sih semua peserta didik di YABIM mendapatkan bimbingan. Namun kami menghadapai keterbatasan pengajar dan ruang kelas.

Dengan penambahan tersebut, alhasil dua pengajar Master FEUI pergi ke Terminal Depok setiap sore. Satu untuk kelas XI, satu lagi untuk kelas XII. Saya rasa ini cukup menyenangkan bagi pengajar. Dulu saat saya menjadi pengajar, saya merasa sedikit kesepian jika harus sendirian pergi ke sana. Semoga rancangan yang kami buat ini membuat para pengajar lebih semangat untuk hadir di depan para peserta didik. Setidaknya ada yang diajak ngobrol saat perjalanan menggunakan angkot.

Sementara itu, kelas intensif yang dikhususkan untuk persiapan SNPMTN dihuni oleh tujuh orang. Mereka adalah Adnan Nurdin, Hadi Rayid, Herry Ramadhan, M. Fatkhul Rozi, Masruroh, Osep Supriatna, dan Rokhayatun. Tidak tanggung-tanggung, mereka diberikan bimbingan dari jam 8 pagi sampai jam setengah lima sore, lima kali dalam seminggu. Agar lebih kondusif mereka tidak belajar di ruang kelas YABIM tapi mereka ditempatkan di ruang diskusi perpustakaan FEUI. Dengan demikian para pengajar juga lebih mudah menjangkau mereka.

Dalam sehari mereka mendapatkan tiga mata pelajaran berbeda. Tentunya dengan pengajar yang berbeda pula. Jadwal diatur sedemikian rupa sehingga para pengajar tidak sampai meninggalkan kuliah. Pengajarnya kan juga harus belajar. Selain itu, sesekali akan ada perwakilan dari divisi Human Resources yang memantau perkembangan belajar-mengajar. Orang inilah yang biasa jadi tempat curhat anak-anak.

Sudah lima tahun ini Master FEUI berjalan. Selalu ada perbaikan dari waktu ke waktu. Semoga periode kali ini pun memberikan signifikasnsi perbaikan yang berarti. "Ayo lebih semnagat mastermate!"

Menghindari cipratan air, saya berpindah duduk ke teras kantor. Belum ada tanda-tada hujan mereda. Sementara jam pelajaran akan segera berakhir. Tanpa awan mendung sekalipun sepertinya langit sudah mulai gelap. “ Gak papa, saya dulu juga sering kehujanan kok. kan Kalian harus lebih semangat.”

gambar dari sini

Comments

Popular posts from this blog

Memperjuangkan

Luka

Rembulan Malam Ini