Jaga Pertahanan, Selamatkan Nelayan

100_2820


Sebagai negara kepualauan Indonesia mempunyai kekayaan laut yang melimpah. Dengan luas perairan 8.800.000 km persegi, Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat potensi perikanan Indonesia hingga 6,5 juta ton per tahun atau setara 1,2 triliun US dolar tiap tahunnya.


Potensi ini dapat menyulut ketergiuran asing untuk meraup untung di Indonesia. Sejak zaman orde lama, keamanan wilayah kelautan telah menjadi polemik dalam negeri. Kelengahan penjaga perbatasan NKRI dimanfaatkan nelayan asing untuk mengambil ikan di wilayah perairan Indonesia.


Direktorat Jendral Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) mencatat selama periode 2005-2012 sebanyak 1.277 kapal diduga melakukan kegiatan illegal, unreported and unregulated (IUU), dimana 714 merupakan kapal asing. Inilah yang menyebabkan Indonesia merugi hingga 30 triliun tiap tahunnya.


Secara teknologi penangkapan ikan dan sistem navigasi kapal, nelayan pribumi masih kalah dengan asing. Tentunya sangat merugikan bila nelayan kita harus beradu secara langsung. Selain pengembangan SDM nelayan secara perlahan, yang mereka butuhkan adalah perlindungan dari distraksi dominasi asing di perairan.


TNI AL memiliki andil yang paling besar dalam menjaga teritorial kelautan Indonesia. Angkatan Laut perlu mempersenjatai diri dan menggunakan alat navigasi yang lebih canggih. Jangkauan yang selama ini hanya sampai 70 mil juga harus diperluas mengingat batas teritorial hingga 200 mil. Pengamanan perlu di perketat terutama di daerah yang rawan seperti Natuna dan Arafuru.


Selain itu, koordinasi antar lembaga keamanan juga harus dibenahi. Hal ini diperlukan agar tidak terjadi tumpang tindih (overlaeaping) fungsi antar lembaga seperti TNI AL, Airud, Adpel, KPLP, dan Polisi Air. Semua pembenahaan di bidang keamanan ini akan membuat nelayan mampu memberikan performa terbaiknya untuk menyediakan ikan-ikan terbaik bagi Indonesia.


Tulisan ini merupakan ringkasan essay yang dibuat penulis bersama Rifqi Alfian M, mahasiswa Ilmu Ekonomi UI


gambar dari sini

Comments

Popular posts from this blog

Memperjuangkan

Luka

Rembulan Malam Ini