Posts

Showing posts from September, 2013

Jaga Pertahanan, Selamatkan Nelayan

Image
Sebagai negara kepualauan Indonesia mempunyai kekayaan laut yang melimpah. Dengan luas perairan 8.800.000 km persegi, Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat potensi perikanan Indonesia hingga 6,5 juta ton per tahun atau setara 1,2 triliun US dolar tiap tahunnya.
Potensi ini dapat menyulut ketergiuran asing untuk meraup untung di Indonesia. Sejak zaman orde lama, keamanan wilayah kelautan telah menjadi polemik dalam negeri. Kelengahan penjaga perbatasan NKRI dimanfaatkan nelayan asing untuk mengambil ikan di wilayah perairan Indonesia.
Direktorat Jendral Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) mencatat selama periode 2005-2012 sebanyak 1.277 kapal diduga melakukan kegiatan illegal, unreported and unregulated (IUU), dimana 714 merupakan kapal asing. Inilah yang menyebabkan Indonesia merugi hingga 30 triliun tiap tahunnya.
Secara teknologi penangkapan ikan dan sistem navigasi kapal, nelayan pribumi masih kalah dengan asing. Tentunya sangat merugikan bila nelayan kita haru…

Bersatu dengan Keberagaman Budaya Bangsa

Image
Sangat disayangkan bila keberagaman budaya dijadikan kambing hitam berbagai konflik yang terjadi di negeri ini. Padahal keberagaman ini bisa menjadi potensi yang luar biasa, terlebih untuk mempersatukan bangsa Indonesia sendiri. Budaya antar daerah belum tentu sama, tapi itu bukan alasan untuk tidak bisa hidup bersama.

Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi mendefinisikan kebudayaan sebagai sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Dengan 1.128 suku bangsa, Indonesia dikaruniai begitu banyak variasi kebudayaan. Budaya-budaya itu meliputi rumah tradisional, lagu daerah, pakaian adat, alat musik, tari, dan makanan. Termasuk pula 546 bahasa suku bangsa yang di gunakan di Indonesia.

Budaya dapat menjadi alat pemersatu bangsa. Wujud kebudayaan di Indonesia sering kali melibatkan banyak orang. Festival seperti reog, wayang, sekaten, dan pertunjukan tari banyak menyedot perhatian masyarakat. Dalam kegiatan tersebut terjadi interaksi yang cukup intens untuk mempererat hubungan antar indiv…

PO's Note: Keluarga Master

Selama dua minggu ini panitia sedang memfokuskan diri untuk mencari sumber daya manusia terbaik sebagai keluarga Master FEUI. Open recruitment dibuka untuk staf pengurus, pengajar, dan yang diajar. Di divisi kurikulum misalnya, selain harus mewawancarai  50an calon pengajar. Mereka juga sedang menjaring siswa-siswa master yang berkeinginan kuat untuk berjuang bersama Master FEUI. Tak main-main, kami harus menyeleksi hampir seratus siswa untuk diambil yang terbaik. 15 untuk kelas XI, 15 untuk kelas XII, dan 7 untuk kelas intensif.

Saya selalu tegaskan pada jajaran panitia bahwa ada tiga hal yang  menjadi pertimbangan utama dalam merekrut staf atau pengajar. Tiga hal itu adalah jiwa sosial, komitmen, dan antusiasme. Jiwa sosial dibutuhkan sebagai landasan dasar Master FEUI yang mengutamakan pelayanan pada masyarakat. Komitmen menjadi pegangan dalam dinamika kepengurusan. Sedangkan antusiasme menjadi pendongkrak semangat mastermate yang akan berjuang setahun penuh.

Saya mengasumsikan teman…

PO's Note: Menatap Wajah Baru

Image
Habis sudah matahari tenggelam di ufuknya. Rona merah langit yang tampak seperti pipi gadis yang tersipu itu kini telah pudar, berganti dengan wajah yang sama sekali berbeda. Dari terang menuju petang. Tapi siapa bilang gelap itu tak cantik. Keindahan akan muncul ketika kita bisa memahami perubahan.

Ah, tapi siapa pula yang peduli dengan wajah di atas sana. Dalam keangkuhan kota metropolitan, di keramaian lalu-lalang mesin berjalan, terminal ini terlalu sibuk untuk urusan yang esok hari bisa datang lagi. Tak terkecuali bagi saya yang sedang sibuk menatap wajah-wajah yang lebih menarik. Wajah baru.
***
Alhamdulillah, Grand Launching Master FEUI tahun ajaran 2013/2014 telah selesai dilaksanakan. Acara yang dipandu Irman Faiz sebagai MC ini berlangsung lancar dan meriah. Grand Launching dimulai dengan sambutan dari Projetc Officer (Pyan Amin), Ketua BEMFEUI (Ma'rifatul Amalia), dan Kepala YABIM (Nur Rochim).

Setelah itu sesi para alumni Master FEUI untuk berbagi kisah. Dengan penuh seman…