4th USLS #6: Separuh Jalan

5 agustus 2013

5 hari sudah perjalanan saya lewati. Separuh jalan menanti untuk diarungi. Tak boleh menyianyiakan kesempatan yang jarang terjadi. Sekarang atau tidak sama sekali.

***


Saya sedikit kecewa dengan acara sesi pertama. Di jadwal tertulis plenary discussion – terbagi  menjadi tiga ruang yang dipandu tiga pembicara berbeda. Para delegasi bisa memilih mengikuti diskusi dengan Lloyd Luna, Meri Riana, atau Fernando. Saya yang dari awal ingin bertemu dengan Mery Riana harus menelan ludah karena ia tak dapat hadir. Terpaksa saya harus mendengarkan pembicaraan motivator Lloyd Luna yang sedikit nyleneh.


Beuntung sesi kedua para delegasi bisa mendengar kisah inspirasional dari seseorang yang telah mendedikasikan hidupnya untuk anak-anak. Adalah Puspha Basnet seorang wanita yang dianugrahi CNN Hero of the yea 2012. Dia merupakan pendiri Early Childhood Development Center, lembaga non-profit yang fokus pada perlindungan anak di Kathmandu, Nepal.
"It's not fair for (these) children to live in the prison because they haven't done anything wrong...My mission is to make sure no child grows up behind prison walls.”

Ia meniti karirnya dengan merawat anak-anak yang orang tuanya dipenjarakan. Ia berpandangan bahwa dosa orang tua tak dapat diwariskan pada anak. Setiap anak berhak untuk mendapatkan kehidupan, pendidikan, dan kesehatan yang layak. Hal-hal itulah yang ia perjuangkan untuk mereka secara cuma-cuma. Dan semua itu ia mulai ketika ia masih menjadi mahasiswa berusia 21 tahun.

Setelah itu ada presentasi dari pekerja sosial yang menjalankan aksinya dengan cara unik, yakni melalui sepak bola. Miguel Martin Bermundo mendirikan  Dream Big Pilipinas Football Association sebagai komunitas pengembangan anak-anak kurang mampu di Filipina. DBP FA bukan sekedar sarana latihan sepak bola, di sinilah tempat anak-anak ditempa secara mental untuk berani memperjuangkan mimpinya. Melalui sepak bola Miguel menanamkan nilai-nilai untuk mengembangkan kepribadian anak-anak.

***


Selama lima hari di Filipina, saya sama sekali belum merasakan daging sapi/kambing. Sangat sulit menemukan eatery yang halal. Maklum, masyarakat muslim adalah minoritas di sana. Baru dua restauran halal yang saya temukan, satu restauran ala Persia dan satu lagi asal Malaysia. Sayangnya untuk makan di sana, kita harus merogoh kocek cukup dalam. Saya hanya pernah sekali berbuka puasa di sana bersama teman Malaysia.

Saat malam hari saya bersama Faiz berinisiatif untuk mencari lauk untuk sahur. Kami pergi ke mini market dekat hotel. Kami berniat ingin membeli nasi dan mie instan. Di situ saya bertemu dengan seorang muslimah Filipina. Awalnya saya berbasa-basi menanyakan produk halal yang dijual di mini market tersebut, tak tahunya ibu tersebut menanggapi dengan hangat dan justru mau menolong kami menemukan rumah makan halal. Subhanallah, di manapun bumi berpijak sesama muslim adalah saudara. Dan sudah sepatutnya sesama saudara harus saling membantu.

Malam itu kami ditunjukkan 4 rumah makan halal di area Pedro Gil. Pertama, restauran persia yang sebelumnya sudah saya ketahui. Kedua, Restauran yang menjual menu-menu khas arab. Ketiga, rumah makan kecil bernama Dulang yang dikelola oleh muslim filipina. Beberapa dari mereka sedikit bisa berbahasa melayu. Dan yang terakhir juga restauran orang Filipina yang sayangnya sudah tutup.

Karena makanan di Dulang sudah habis, akhirnya kami membeli makanan di rumah makan khas Arab tadi. Kami memesan satu porsi beef rice yang sudah pasti cukup untuk dua perut orang Indonesia. Alhamdulillah, sahur kala itu bisa merasakan menu yang sedikit spesial, beef rice khas Arab. Akhirnya kami merasakan beef yang halal di Filipina. Bicara soal Arab, ternyata Ibu tersebut pernah lama tinggal di Madinah. Belasan tahun ia belajar agama Islam di sana. Saya pun mencoba berbincang menggunakan sisa-sisa bahasa Arab yang sedikit saya kuasai.

“Syukran liyuraafikuna fi hadzihi illailah, Jazaakillahu khairan katsir.” Sahutku saat kami berpisahan.

Comments

Popular posts from this blog

Memperjuangkan

Luka

Rembulan Malam Ini