4th USLS #3: Lakukan Sekarang!

2 agustus 2013

Saya bangun pukul empat pagi untuk sahur. Alhamdulillah panitia menyediakan sahur bagi para delegasi muslim. Walalupun memang menunya lebih sederhana ketimbang sarapan pagi. Sambil menikmati sereal dan roti sandwich telor, saya berkenalan dengan teman-teman dari malaysia. Dari negara-negara asia pasifik, Malaysia paling banyak mengirimkan rombongannya.

Pukul 8.30 kami berangkat menuju Philipinnes International Convention Center. Bangunan yang sering digunakan berbagai kegiatan internasional ini sangat keren. Dindingnya berwarna abu-abu batu, menonjolkan gaya klasik namun tetap megah dan berkelas. Sementara itu para delegasi sibuk memotret sana-sini - memamerkan pakaian adat masing-masing negara.

Camera 360DSC_0154

 

Saya sendiri memakai beskap khas Jawa Timur, tentunya dilengkapi dengan blangkon, benik dinar, dan sewek batik. Pakaian adat Jawa Timur melambangkan ketegasan dan kesederhanaan kebudayaan Jawa Timur, berbeda dengan Jawa Tengah yang menonjolkan unsur kesopanan. Pakaian adat ini disebut mantenan karena biasanya dipakai saat acara pernikahan. Entah kapan saya bisa memakasi sesuai fungsinya, hehe..

Camera 360999160_605508269500739_54137318_n

Genderang marching band menyambut kami saat memasuki plenary hall. Lalu di awal acara kami disuguhi performance beberapa tari tradisional Filipina. Dengan memakai pakaian penuh warna, mereka menari lincah. Tarian mereka ramai dan meriah. Hampir di setiap tarian mereka membawa sesuatu yang bisa dibunyikan seperti tongkat kayu ataupun batok kelapa.

Camera 360DSC01673

Adalah Bam Aquino yang menjadi keynote speaker sekaligus membuka rangkaian acara 4th University Scholar Leadership Symposium. Ia adalah seorang seorang socio-entrepreneur yang juga senator di Filipina. Dalam kesehariannya ia cukup konsen terhadap isu sosial, terlebih masalah kemiskinan.

Dalam presentasinya ia mengangkat judul connecting the connected generation. Sebagai generasi di masa ini kita mempunyai kemudahan untuk bisa saling berbagi dengan sesama. Walaupun mungkin kualitas interaksi tidak seerat dulu. Dengan kemudahan kita memiliki kesempatan yang lebih besar untuk  memecahkan permasalahan utama dunia, yakni kelaparan, kemiskinan, perubahan iklim, dan pengangguran.

"you're never too young to start" mulai dari generasi ini kita bisa membuat perubahan yang berarti. Jangan menunggu nanti karena esok bukan hal yang pasti. Jadi, Lakukan Sekarang!

6944439_orig    DSC_4922

Pembacara selanjutnya adalah Antonio Meloto, pendiri Gawad Kalinga yang merupakan organisasi non-profit - bekerja di ranah pengentasan kemiskinan dan pembangunan daerah tertinggal. Berbagai program sosial yang ia jalankan di antaranya, Community building, green kalinga, Bayan-Anihan, GK Kalusungan, dan Center for Social Innovation.

Bapak yang satu ini menganggap kemiskinan bukan sebagai kondisi kekurangan harta. Tapi itu merupakan keadaan yang kurang terjamah kesempatan (lack of opprtunity) untuk mendapatkan pendidikan, kesehatan, dan perlindungan. Penggelontoran dana bantuan takakan menyelesaiakn permasalahan ini. karenanya kita bisa mengatasinya dengan membuka kesempatan bagi mereka untuk mengakses berbagai hal yang mendukung perkembangan hidup mereka.

Dari para pembicara tersebut saya belajar tentang makna berbagi. Memiliki ide cemerlang adalah hal yang bagus, tapi percuma apabila hanya jadi sekedar wacana. Yang terpenting adalah kamauan dan kegigihan kita dalam menjalankan kegiatan. Inovasi akan muncul seiring berjalannya waktu. Semoga apa yang saya dapat di sini bisa saya aplikasikan ketika kembali ke tanah air nanti. Terlebih saat menjalankan program MASTER FEUI nanti. ah salah, bukan nanti. Lakukan sekarang!

Comments

Popular posts from this blog

Memperjuangkan

Luka

Rembulan Malam Ini