4th USLS #2: Mabuhay!

1 agustus 2013

Sepertinya saya terlalu berlebihan dalam berkepektasi. Ninoy Aquino International Airport masih butuh banyak perbaikan bila ingin menyaingi bandara sekelas Sukarno-Hatta ataupun Kualanamu. Saya tidak berhasil menemukan rumah makan untuk sahur. Terpaksa saya harus puas dengan seteguk air yang tersisa di botol minum. Saya juga harus menggelar sajadah sendiri di ujung koridor untuk shalat subuh. Satpam yang saya tanyai mengatakan hanya ada chapel di sana, tak tersedia mushalla.

DSC01552 DSC01553

Di bandara tersebut saya bertemu dengan salah satu delegasi Indonesia yang berasal dari Bandung. Cukup panggil dia Didin. Beberapa saat setelahnya itu kami bertemu Ghofur, dan Rifky, juga teman sealmamater yang juga menjadi koordinator delegasi Indonesia, Ricky Marpaung. Pukul 11.00 kami bertolak menuju hotel dengan bus yang telah disediakan panitia. Setelah berbincang-bincang saya baru tahu bahwa mereka sebelumnya juga transit di singapura.

Sebagian besar delegasi Indonesia tinggal di Eurotel, Pedro Gil. Memang tidak terlalu mewah, tapi setidaknya cukup nyaman untuk beristirahat. Setelah melakukan regristrasi dan mendapatkan kamar, kami mengikuti tour ke kota manila yang disponsori Departemen Pariwisata Filipina.

"Mabuhay!" Pemandu tour memberi ucapan selamat datang khas Filipina. Ia siap mengantar kami mengunjungi tourist-point andalan  di Manila. "It's more fun in the Philippines" serunya menirukan jargon resmi pariwisata Filipina.

Destinasi pertama adalah Rizal Park, yang merupakan taman monumen pahlawan nasional yang paling disegani di Filipina, Dr Jose Rizal. Di tempat yang juga dikenal dengan Luneta Park inilah dilakukan deklarasi kemerdekaan negara Filipina tahun 1946. sebuah tugu obelix berdiri kokoh di hamparan rumput yang luas. Di depannya menjulang tinggi bendera Filipina yang dulu diperjuangkan para pahlawan agar bisa berkibar.

DSC01587 DSC01591

Tempat kedua adalah Fortt Santiago, sebuah benteng pertahanan yang tepat menghadap sungai pasto. Sistem penjara di sana cukup kejam. Para tahanan di letakkan di bawah tanah, yang mana ketika musim hujan dan sungai pasto meluap, air akan membanjiri penjara. Sudah pasti setelahnya mereka mati tenggelam.

DSC01598 DSC01603

Dalam tour tersebut, saya berkenalan dengan banyak teman dari luar negeri. Salah satu yang saya ajak ngobrol panjang lebar adalah Dobbie. Dia adalah seorang mahasiswa dari Thailand. Saya cukup kaget ketika ia menanyakan beberapa hal tentang Islam. “Do you have five times worship all day long? I know sometimes muslim don’t eat in the afternoon, but why don’t you take a drink when arriving into hotel? Why does female have to wear shawl on her head?” Senang rasanya bisa berbagi dan memberikan penjelasan secara langsung tentang Islam.

DSC01642DSC01620

Saat sore menjelang kami segera menuju bus untuk kembali ke hotel. Sesaat sebelum bus berangkat, Jennifer masuk dan duduk di samping saya. Wanita yang bernama asli Huang Pei Chi ini adalah mahasiswa jurusan sosiologi di salah satu universitas di Taipei. Kami berbincang-bincang selama perjalanan pulang.

“selamat siang, Apa kabar?” selain bertukar kartu nama, kami juga bertukar pengetahuan bahasa. Ia mencatat beberapa kosakata Indonesia di notebook-nya. Sedikit lucu melihat ia terbata-bata menggunakan bahasa Indonesia. Mungkin sama lucunya ketika saya bilang, “ni hao ma?”

Comments

Popular posts from this blog

Laksana Hujan

"Baik Baik Saja"

Berhentilah Berbaik Hati