Posts

Showing posts from July, 2013

PO's Note #2: Save MASTER

Sebulan yang lalu, saya cukup tercengang saat pertama kali mendengar berita tentang wacana penggusuran MASTER  dari pengurus BEM. Saat itu pula diadakan pertemuan pengurus sosial-politik BEM se-UI dengan pengurus MASTER. Saya menyesal tidak bisa hadir karena sedang tidak berada di Depok. Di sana  mereka bertemu Pak Nurrahim dan berbincang-bincang mengenai permasalahan ini.

Sebenarnya wacana penggusuran ini telah lama menjadi polemik, namun akhir-akhir ini isu tersebut kian memanas. Dengan cepat permasalahan MASTER ini ramai diperbincangan di berbagai media. Bahkan program talkshow Hitam-Putih turut andil dalam menanggapi isu ini.

Program bimbingan belajar MASTER FEUI memang hanyalah bagian kecil dari sekolah MASTER. Namun kami juga merasa memiliki MASTER ini. Mulut pun mengaduh saat gigi kita sakit, bukan?

Sebagai bagian dari sekolah MASTER, kami mendukung penuh gerakan menyelamatkan MASTER ini. Memang tak banyak yang bisa kami lakukan. Kami ingin fokus menjalankan amanah kami dalam meny…

Ramadhan Bersamamu

Image
Saat ku buka mata hari ini, aku melihat sosok yang begitu kukenal. Itulah wajah yang kutatap saat pertama kali membuka mata di dunia. Tak banyak yang berubah dari wajah itu. Kerut-kerut itu hanyalah tanda kebijaksanaan atas usaha keras menjagaku hingga sebesar ini. Dan uban-uban itu bukti tak ada hari yang terlewat tanpa perhatiannya untukku.

Hai ibu, Belum ada tanda-tanda fajar menjemput, kau sudah membangunkanku untuk sahur. Tubuhku belum segar benar akibat mengerjakan tugas semalam. Tapi kau telah menyiapkan hidangan ketika aku tidur nyenyak. Bahkan aku tahu sebelum itu pun kau masih sempat bersimpuh di atas sajadah dan menyisipkan namaku dalam doamu.

Tak ada lauk yang istimewa tapi santap sahur kali itu sungguh lezat. Tempe (yang jamurnya belum jadi sempurna) goreng, ikan mujair goreng renyah, tumis kangkung, dan sambal terasi matang. Kau tak pernah lupa makanan kesukaanku itu. Aromanya dengan cepat menarikku dari kasur tidur, membelalakkan mata yang tadi menikmati mimpi.  Aku tak p…

Kasih dan Sayang

Image
Walaupun tak bersinar penuh layaknya purnama, cukuplah keindahan rembulan itu menyejukkan mata. Bintang-bintang berkedip-kedip menggantung di atas sana – menjadi pelengkap kesunyian malam yang tentram. Angin berhembus perlahan, membelai kehidupan malam yang damai. Tapi semua itu tak cukup untuk menenangkan hati seorang Fulan.
Izinkan aku mengenalkan kalian pada pemuda ini. Ia telah duduk di atap rumah sejak matahari terbenam tadi. Enggan baginya beranjak turun walaupun sepertinya tubuh kurusnya mulai kedinginan berselimut malam. Pemandangan indah di atas sana hanya ditatapnya kosong.
Hayalnya melayang jauh ke seberang pulau, membayangkan wajah yang selama ini ia pandang sembunyi-sembunyi. Sudah sejak lama ia telah mengagumi sosok yang diciptakan begitu anggun ini. Rupanya jarak dan waktu tak meredupkan perasaannya. Ia tersihir oleh kepolosan gadis bersenyum manis ini. Fulanah, begitulah ia biasa dipanggil.
Beberapa kali awan melintas, menutupi cahaya bulan yang menerpa wajahnya. Namun ia…