Posts

Showing posts from 2013

Melepasmu Pergi

Image
Suatu saat, mencintai adalah memutar hati tanpa orang yang engkau cintai. Sebab, dengan atau tanpa orang yang kau kasihi, hidup harus terus dijalani. –Tasaro G.K.
Aku selalu benci kalimat itu. Rangkaian kata yang kebenarannya muak kuakui. Tapi inilah ketidakberdayaan manusia atas takdir perpisahan. Ironisnya, kau sendiri yang memberi tahu kalimat itu.

Kupacu motorku membelah jalanan kota. Beruntung saat itu tak banyak kendaraan yang lalu-lalang. Dengan kecepatan seperti ini, sepuluh menit lagi aku bisa sampai rumah.

Andai aku mau sedikit saja memerhatikan, hujan kala itu menari dengan indah. Tak terlalu lebat, hanya gerimis. Mungkin hujan adalah cara alam berkomunikasi dengan kita. Tiap tetes air yang jatuh membawa pesan dari langit untuk direnungkan. Entah bagaimana bahasa hujan, mungkin ini bisikan langit yang mencoba menegarkanku. Ia tahu bahwa tak hanya dia yang bisa menjatuhkan air.

Masih terbayang pertemuan terakhir kita tadi. Kau terlihat berbeda. Penampilanmu tak seperti biasanya.…

Menyiapkan Prajurit Perang AEC 2015

Di tahun 2015 Indonesia akan menghadapi perang pasar ASEAN Economic Community. Siap atau tidak perekonomian Indonesia akan beradu dengan negara-negara Asia Tenggaara. Perang ini dapat menjadi batu loncatan atau justeru jebakan. Tinggal bagaimana kesiapan Indonesia dalam menyiapkan prajurit-prajuritnya. Kesiapan tersebut tercermin dalam elemen-elemen ekonomi-bisnis, terlebih soal kewirausahaan yang merupakan faktor penentu daya saing nasional.
Kewirausahaan merupakan aspek yang mendorong pertumbuhan dan perkembangan perekonomian di suatu negara. Tanpa adanya wira usaha, inovasi bisnis tidak akan berkembang dan berujung pada kelesuan ekonomi. Dalam buku Busniness Cycle, Joseph Schumpeter yang berseberangan dengan pemikiran klasik menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak bersifat gradual dan tidak berjalan secara harmonis. Ia menganggap bahwa ekonomi sangat erat dengan ketidakstabilan, sehingga dibutuhkan wirausaha (entrepreneur) yang mampu berinovasi dalam menghadapi tantangan dinamisa…

PO's Note: Menulis (itu) Seru

Seminggu sebelum UAS, banyak materi yang harus dikejar, banyak tugas yang harus diselesaikan. Tapi boleh jadi yang saya butuhkan justeru ketenangan, refreshing. Dan waktunya pas sekali karena hari minggu ini ada grand team building Master FEUI. Semua panitia dan murid berkumpul bersama untuk senang-senang. Kesampingkan dulu tuntutan kerjaan, sejenak lupakan dulu materi pembelajaran. Sekarang saatnya menikmati kebersamaan.

Pukul 08.30 berangkat dari stasiun Universitas Indonesia menuju stasiun Depok Baru yang memang berdekatan dengan Terminalnya, terlepas keduanya terintegrasi atau tidak. Kami berkumpul di Aula YABIM untuk saling berkenalan. Alih-alih bersalaman dan saling menyebutkan nama. Kami justeru berkenalan lewat permainan. Setiap orang harus menebak nama yang ditempekan dipunggungnya dengan menanyakan pada orang lain. Saya menggerutui diri saya yang susah menghafal nama. Menghafal wajah rupanya jauh lebih mudah.

Setelah itu kami melakukan beberapa games yang dipandu anak-anak HRD…

Kamar Hati

Image
Tak perlu kau ketuk pintu. Putar langsung saja gagangnya.

Tak usah pula tanyakan kabar. Seburuk apapun badai melanda, kesedihan akan sirna dengan kedatanganmu. Setiap orang pasti bahagia dengan perjumpaan seperti ini.

Aku telah lama menunggumu di sini – duduk santai di atas kursi goyang sembari mendendangkan syair tanpa suara. Syair bisu, hingga kedatangamu menyembuhkannya.

Cepat atau lambat aku sudah tahu kau akan datang. Waktu tidak akan tega terlalu lama memisahkan. Jarak akan mengkerut tunduk pada kesabaran dan keihklasan penantian. Sungguh ini telah terbukti sejak bumi dihuni.

Kemarilah, sudah kusiapkan ruang tamu yang nyaman kau duduki. Ah, bukan. Kau pantas mendapatkan lebih dari sekedar ruang tamu. Biar sekalian saja kurapikan kamar untukmu. Jangan khawatir, dari sekian banyak yang menginginkan, belum pernah ada yang menempatinya.

Mungkin aneh membiarkanmu yang tak berwujud masuk dalam ruang pribadiku. Hidupku realistis- konkret, sementara kau imajiner-absurd. Entah bagaimana kita …

PO's Note: Wawancara

Image
Beberapa waktu lalu saya diminta wawancara oleh admin akun @Master_FEUI. Untuk mengisi waktu kosong saya iyakan saja. Bukan ingin ngeksis, tapi boleh lah berbagi cerita. Berikut selengkapnya.

M     : Halo teman-teman, kali ini MASTER mau live tweet interview dengan PO master kita nih, namanya Pyan Amin. Simak yaa. Pertanyaan pertama nih .Dimata Pyan sebagai PO MASTER, MASTER itu apa sih?

P       : Master FEUI lebih dari sekedar program pengabdian masyarakat yang berkontribusi di bidang pendidikan. Di sinilah tempat saya mencari motivasi diri dan  inspirasi dari semua temen-temen panitia ataupun anak-anak sekolah Master. Di sini pula saya menemukan keluarga baru.

M     : ok yang kedua. Kenapa sih Pyan mau mengemban amanah menjadi PO MASTER?

P       : saya harus berhenti mencari alasan mengapa saya mengambil amanah ini. Mengabdi pada masyarakat sudah menjadi keharusan sebagai mahasiswa dalam melaksanakan tridharma perguruan tinggi . Saya senang menjadi bagian dari Master FEUI terlebih sebag…

PO's Note: Lebih Semangat

Image
Seperti kemarin, sore ini hujan. Seperti hari sebelumnya, langit menjatuhkan air bahnya. Jalanan diselimuti air tipis yang mengalir mencari tempat untuk menggenang. Sementara angin yang berhembus -membelai kulit- membuat gigi bergemeletuk. Saya duduk manis di beranda kelas – menikmati tarian hujan yang membosankan. Tetes demi tetes air mengantri jatuh dari tepi genting. Statis, tanpa ekspresi. Sepertinya memperhatikan dinamisasi kehidupan di dalam  kelas lebih menarik.

Sudah tiga minggu ini kegiatan belajar mengajar Master FEUI berjalan. Hampir setiap sore saya usahakan datang untuk sekadar menyapa. Entah berarti atau tidak, semoga ucapan “semangat belajarnya ya” sedikit mengusir penat mereka belajar seharian.

Meningkatkan performa dari tahun sebelumnya, sekarang Master FEUI menambah satu kelas bimbingan yang dikhususkan untuk siswa kelas XI. Memang masih dua tahun lagi mereka akan menghadapi Ujian Nasional. Tapi mereka jangan salah. Semangat mereka untuk belajar luar biasa, bahkan menu…

PO's Note: Pelatihan Pengajar

Selama UTS saya tidak terlalu banyak berkecimpung di kepanitiaan Master. Bukan menghela, tapi justeru menahan nafas. Untungnya hanya satu setengah minggu dan saya dapat kembali beraktivitas seperti biasanya.

Layaknya berbagai aktivitas organisasi atau kepanitiaan lain, Master tidak mengadakan kegiatan apapun. Namun bukan berarti kami kami tak bergerak. Kami harus menyiapkan beberapa hal karena telah diputuskan bahwa senin tanggal 4 November 2012 kegiatan belajar mengajar dimulai. Untuk menghadapi hal ini para pengajar dan seluruh jajaran panitia harus diberi bekal yang cukup. Oleh karena itu Master mengadakan pelatihan pengajar.

Alhamdulillah, 1 November 2013 pelatihan pengajar telah terlaksana dengan baik. Berberapa hari belakangan Depok memang diguyur hujan, tapi tidak untuk membasahi semangat kami dalam melaksanakan kegiatan ini. Para pengajar cukup antusias dalam mengikuti kegiatan ini.

Pada training pengajar kali ini, Master mengundang tiga pembicara. Pertama, Mas Sugeng, relawan ya…

Memantaskan Diri

Image
Kita berada di bawah langit yang sama. Atas izin Sang Pencipta langit, semestinya aku juga bisa terbang setinggi itu. Bahkan lebih. Yang kubutuhkan adalah kepakan sayap yang lebih kuat.

Kita berada di atas bumi yang sama. Atas kehendak Sang Pencipta bumi, semestinya aku juga bisa menapak  jejak itu. Bahkan lebih. Yang kubutuhkan adalah pijakan kaki yang lebih kokoh.

Kita terhembus angin yang sama. Atas kuasa Sang Peniup angin, semestinya aku juga bisa melesat secepat itu. Bahkan lebih. Yang kubutuhkan adalah gerakan yang lebih gesit.

Tapi sungguh aku yakin ini semua bukan soal pencapaian. Ini soal kepantasan. Ini juga bukan persoalan garis finish, karena keberlanjutan itu ada. Akan percuma bila sayap yang terkepak hanya membumbungkan ego pribadi. Tak berguna suatu pijakan yang tak mengokohkan prinsip. Lalu semua gerakan justeru hanya akan mempercepat ketersesatan bila tak ada tujuan yang jelas. Dari sinilah muncul tanda tanya bulat, sudah pantaskah aku menerimanya? mendapatkan semua itu?…

Aku, Kamu, dan Hujan

Image
Sudah tiga hari ini hujan turun mengguyur sore. Lalu malam menjemputnya dengan basah. Akhir-akhir ini cuaca menjadi tak menentu. Sepertinya menebak sisi uang koin lebih mudah dari pada menebak situasi langit. Kemarau tak berarti terik, penghujan bisa saja panas mencekik. Batas-batas musim tak bisa dipisahkan dengan jelas. Tapi Nirina tak mau berpusing ria memikirkan hal itu. Yang dia lakukan saat ini hanyalah menikmati jatuhnya hujan.
Seperti anak kecil pada umumnya, dulu Nirina juga suka hujan (hujanan). Saat itu aku sering bermain dengannya di lapangan. Menerobos jutaan butir air yang jatuh dari langit. Terjatuh dan  bermandikan air genangan. Setelahnya, kami menikmati coklat hangat yang dibuat bunda.Kini walaupun telah beranjak dewasa, sepertinya hal itu tidak banyak berubah. Ia tetap menikmati hujan, walaupun dengan persepsi yang berbeda.

Hujan menutup raut muka, menyamarkan air mata yang berderai jatuh. Tangisnya yang dalam takkan terlihat. Tak ada yang akan tahu apa yang sedang ia…

Jaga Pertahanan, Selamatkan Nelayan

Image
Sebagai negara kepualauan Indonesia mempunyai kekayaan laut yang melimpah. Dengan luas perairan 8.800.000 km persegi, Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat potensi perikanan Indonesia hingga 6,5 juta ton per tahun atau setara 1,2 triliun US dolar tiap tahunnya.
Potensi ini dapat menyulut ketergiuran asing untuk meraup untung di Indonesia. Sejak zaman orde lama, keamanan wilayah kelautan telah menjadi polemik dalam negeri. Kelengahan penjaga perbatasan NKRI dimanfaatkan nelayan asing untuk mengambil ikan di wilayah perairan Indonesia.
Direktorat Jendral Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) mencatat selama periode 2005-2012 sebanyak 1.277 kapal diduga melakukan kegiatan illegal, unreported and unregulated (IUU), dimana 714 merupakan kapal asing. Inilah yang menyebabkan Indonesia merugi hingga 30 triliun tiap tahunnya.
Secara teknologi penangkapan ikan dan sistem navigasi kapal, nelayan pribumi masih kalah dengan asing. Tentunya sangat merugikan bila nelayan kita haru…

Bersatu dengan Keberagaman Budaya Bangsa

Image
Sangat disayangkan bila keberagaman budaya dijadikan kambing hitam berbagai konflik yang terjadi di negeri ini. Padahal keberagaman ini bisa menjadi potensi yang luar biasa, terlebih untuk mempersatukan bangsa Indonesia sendiri. Budaya antar daerah belum tentu sama, tapi itu bukan alasan untuk tidak bisa hidup bersama.

Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi mendefinisikan kebudayaan sebagai sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Dengan 1.128 suku bangsa, Indonesia dikaruniai begitu banyak variasi kebudayaan. Budaya-budaya itu meliputi rumah tradisional, lagu daerah, pakaian adat, alat musik, tari, dan makanan. Termasuk pula 546 bahasa suku bangsa yang di gunakan di Indonesia.

Budaya dapat menjadi alat pemersatu bangsa. Wujud kebudayaan di Indonesia sering kali melibatkan banyak orang. Festival seperti reog, wayang, sekaten, dan pertunjukan tari banyak menyedot perhatian masyarakat. Dalam kegiatan tersebut terjadi interaksi yang cukup intens untuk mempererat hubungan antar indiv…

PO's Note: Keluarga Master

Selama dua minggu ini panitia sedang memfokuskan diri untuk mencari sumber daya manusia terbaik sebagai keluarga Master FEUI. Open recruitment dibuka untuk staf pengurus, pengajar, dan yang diajar. Di divisi kurikulum misalnya, selain harus mewawancarai  50an calon pengajar. Mereka juga sedang menjaring siswa-siswa master yang berkeinginan kuat untuk berjuang bersama Master FEUI. Tak main-main, kami harus menyeleksi hampir seratus siswa untuk diambil yang terbaik. 15 untuk kelas XI, 15 untuk kelas XII, dan 7 untuk kelas intensif.

Saya selalu tegaskan pada jajaran panitia bahwa ada tiga hal yang  menjadi pertimbangan utama dalam merekrut staf atau pengajar. Tiga hal itu adalah jiwa sosial, komitmen, dan antusiasme. Jiwa sosial dibutuhkan sebagai landasan dasar Master FEUI yang mengutamakan pelayanan pada masyarakat. Komitmen menjadi pegangan dalam dinamika kepengurusan. Sedangkan antusiasme menjadi pendongkrak semangat mastermate yang akan berjuang setahun penuh.

Saya mengasumsikan teman…

PO's Note: Menatap Wajah Baru

Image
Habis sudah matahari tenggelam di ufuknya. Rona merah langit yang tampak seperti pipi gadis yang tersipu itu kini telah pudar, berganti dengan wajah yang sama sekali berbeda. Dari terang menuju petang. Tapi siapa bilang gelap itu tak cantik. Keindahan akan muncul ketika kita bisa memahami perubahan.

Ah, tapi siapa pula yang peduli dengan wajah di atas sana. Dalam keangkuhan kota metropolitan, di keramaian lalu-lalang mesin berjalan, terminal ini terlalu sibuk untuk urusan yang esok hari bisa datang lagi. Tak terkecuali bagi saya yang sedang sibuk menatap wajah-wajah yang lebih menarik. Wajah baru.
***
Alhamdulillah, Grand Launching Master FEUI tahun ajaran 2013/2014 telah selesai dilaksanakan. Acara yang dipandu Irman Faiz sebagai MC ini berlangsung lancar dan meriah. Grand Launching dimulai dengan sambutan dari Projetc Officer (Pyan Amin), Ketua BEMFEUI (Ma'rifatul Amalia), dan Kepala YABIM (Nur Rochim).

Setelah itu sesi para alumni Master FEUI untuk berbagi kisah. Dengan penuh seman…

4th USLS #10: Sampai Jumpa... Paalam na

Image
9 agustus 2013

Saya bangun perlahan dari tidur. Di luar masih gelap, tapi semua lampu dalam kontrakan telah menyala. Segera saya mengambil wudhu dan shalat subuh. Bang Reja telah lebih dulu bangun, bahkan hidangan sarapan sudah ia siapkan. Nasi goreng khas rasa mahasiswa. Pokoke maknyus

Belum tampak seluruh badan mentari, kami sudah berangkat ke KBRI. Karena LRT belum beroprasi kami menggunakan jeepney lalu diteruskan dengan bus. KBRI masih sepi. Hanya beberapa orang yang sedang menyiapkan lokasi shalat Ied di Lapangan parkir belakang. Kami pun membantu menggelar alas dan sajadah. Beberapa saat kemudian orang-orang ramai berdatangan. Pekik takbir pun semakin ramai. Setidaknya saat itu saya merasa berada di tempat yang sama sekali tak asing.



Tepat pukul 7 shalat ied di mulai dengan 7 takbir. Saya tak tahu siapa, tapi yang menjadi imam adalah orang Indonesia. Sementara yang menjadi khatib adalah seorang muslim keturunan Afrika. Ia menggunakan campuran bahasa inggris dan arab dalam khutbahn…

4th USLS #9: Kumandang Takbir

Image
8 agustus 2013
"Allahu akbar... Allahu akbar... Allahu akbar... Laa ilaha illallahu Allahu akbar. Allahu akbar walillahilham."
Gemuruh takbir berkumandang. Puji untuk-Nya menggema dari segala penjuru.  Sepoi angin membelai permadani yang digelar di lapangan. Orang-orang beramai-ramai datang membawa senyum sumringah khas kemenangan. Mereka akan mendirikan sunnah setahun sekali ini di tempat ini. Matahari mengintip malu di ufuk timur, seakan ingin tahu keramaian pagi itu. Sayangnya itu terjadi kampung halaman saya, Indonesia, tidak di sini. Sementara itu saya terduduk di balkon sambil membayangkan suasana Idul Fitri di rumah.
***
Berbeda dengan kebanyakan negara, pemerintah Filipina menetapkan hari raya Idul Fitri pada tanggal 9 Agustus 2013, lebih telat sehari. KBRI yang biasanya menyelenggarakan shalat Ied kantor kedutaan pun mengikuti intruksi pemerintah. Meskipun demikian, beberapa kelompok muslim di Green Hill dan Quiapo telah melaksanakan shalat Ied tanggal 8. Karena berada …

4th USLS #8: Menjelajah Intramuros

Image
7 agustus 2013

Sebelum fajar menyingsing teman-teman saya sudah meninggalkan hotel. Kebanyakan mengambil jadwal pagi agar bisa cepat kembali ke tanah air. Bagaimana tidak, besoknya adalah hari raya Idul Fitri, momen paling pas untuk kumpul bersama keluarga. Satu-persatu melepas kepergian mereka, saya hanya bisa melambai-lambai dan mengucapkan salam perpisahan. Semoga kita bertemu lagi kawan.

Rangkaian acara 4th University Scholar Leadership Symposium memang sudah selasai. Tetapi saya masih akan tinggal 2 hari lagi di Manila. Bukannya saya tidak ingin kembali pulang dan berjumpa keluarga, tapi saya ingin merasakan bagaimana merayakan Idul Fitri di tempat asing. Beruntung ada dua teman yang menemani, mas Idho dan mas Restu. Mereka berdua baru akan balik tgl 8 Agustus.

Sangat bersyukur kami bisa nebeng di rumah bang Reja Dalimunthe, presiden PPI Filipina. Selepas dhuhur kami langsung ke kontrakannya. Beruntung kontraknnya tak jauh, hanya beberapa blok dari Eurotel. Sesampai di sana kami reb…

4th USLS #7: Senyum Perpisahan

Image
6 Agustus 2013

Ini adalah hari terakhir rangkaian kegiatan 4th University Scholar Leadership Symposium. Selalu ada perpisahan setelah pertemuan. Ketika kita bertemu seseorang, berarti di situlah awal kita memanifestasikan diri pada ujung perpisahan. Ah, tapi bagaimanapun juga perpisahanlah yang mempuat jumpa lagi lebih indah.

Tentu ini bukan pentas drama, tapi yang saya saksikan di sesi pertama itu bukan seorang speaker yang sedang presentasi, melainkan seorang wanita yang mengerang kesakitan. Ia megangi perutnya yang besar seakan hendak melahirkan.  Tangannya mengayun-ayun meminta bantuan pembawa acara, sementara erangannya semakin keras. Beberapa saat kemudian perut itu kempes setelah mengeluarkan isinya. Wanita itu tersenyum menimang-nimang bayi  yang baru lahir itu.

Setelah menaruh boneka peraga tersebut ia mengambil mic dan mulai berbicara di atas panggung. Wanita tersebut adalah seorang peraih CNN hero of the year 2011, Ibu Robin Lim dari Bali, Indonesia.  Dia seorang bidan yang me…

4th USLS #6: Separuh Jalan

5 agustus 2013

5 hari sudah perjalanan saya lewati. Separuh jalan menanti untuk diarungi. Tak boleh menyianyiakan kesempatan yang jarang terjadi. Sekarang atau tidak sama sekali.
***
Saya sedikit kecewa dengan acara sesi pertama. Di jadwal tertulis plenary discussion – terbagi  menjadi tiga ruang yang dipandu tiga pembicara berbeda. Para delegasi bisa memilih mengikuti diskusi dengan Lloyd Luna, Meri Riana, atau Fernando. Saya yang dari awal ingin bertemu dengan Mery Riana harus menelan ludah karena ia tak dapat hadir. Terpaksa saya harus mendengarkan pembicaraan motivator Lloyd Luna yang sedikit nyleneh.


Beuntung sesi kedua para delegasi bisa mendengar kisah inspirasional dari seseorang yang telah mendedikasikan hidupnya untuk anak-anak. Adalah Puspha Basnet seorang wanita yang dianugrahi CNN Hero of the yea 2012. Dia merupakan pendiri Early Childhood Development Center, lembaga non-profit yang fokus pada perlindungan anak di Kathmandu, Nepal.
"It's not fair for (these) children …

4th USLS #5: Gemuruh Suara di Baseco

Image
4 agustus 2013

Alih-alih menggunakan pepatah awiting trisno jalanan saka kulino, mungkin lebih tepat jka berpijak pada teori deminishing of marginal utility. Karena tak ada variasi apapun, makan sahur dengan menu yang sama membuat saya bosan. Tapi tak ada pilihan lain. Saya harus menyiapkan banyak tenaga untuk aktivitas lapangan hari ini. Beruntung malam sebelumnya saya membeli mie instan di mini market sebagai lauk tambahan. Setidaknya mie yang diimpor dari Indonesia ini memiliki rasa yang saya kenal. Rasa mahasiswa. IYKWIM.

Khusus hari ini para delegasi tidak berkumpul di PICC. Kami dipecah dan diantar ke-tiga destinasi yang berbeda. Para penghuni Eurotel berbondong-bondong pergi ke Baseco, semacam slum area yang sangat luas di Manila. Kondisi Baseco sangat memperihatinkan; kumuh, sesak, bau, kotor, dicampur jadi satu. Sangat jauh berbeda dengan pusat kota yang sebenarnya hanya 20 menit dari situ. Gedung perkantoran, hotel, dan mall seakan enggan menoleh ke kawasan ini. Ketimpangan pe…

4th USLS #4: Menjadi Pinoy

Image
3 agustus 2013

Sebelum sahur saya sempatkaan beberapa rakaat terlebih dahulu. Sayang jika 10 hari terakhir ramadhan ini dibiarkan begitu saja. Ngantuk? Pasti. Tapi mau tak mau harus memaksakan diri jika tak mau kembali bergulung di kasur. Bukan berarti harus keluar dari zona nyaman, tapi menyamankan diri dengan zona luar.

Masih sahur dengan lauk yang sama; sereal, telor, salad dan roti. Entah kenapa jadi teringat masakan ibu di rumah. Mungkin karena lidah pribumi, saya jauh lebih menikmati masakan tanah air ketimbang di negara manapun (belum kemana-mana sih sebenarnya).

Bicara soal makanan, para delegasi muslim tidak bisa mengikuti sesi break lunch karena puasa. Dan panitia tidak memfasilitasi pembungkusan. Belajar dari pengalaman sebelumnya, saya sengaja membawa box makanan kosong. Sangat disayangkan bila tak bisa mencincipi masakan Filipina. Setelah shalat dhuhur saya menemui seorang pelayan untuk minta dibungkuskan. Awalnya sedikit malu-malu, tapi dengan mental perut mahasiswa, saya b…

4th USLS #3: Lakukan Sekarang!

Image
2 agustus 2013

Saya bangun pukul empat pagi untuk sahur. Alhamdulillah panitia menyediakan sahur bagi para delegasi muslim. Walalupun memang menunya lebih sederhana ketimbang sarapan pagi. Sambil menikmati sereal dan roti sandwich telor, saya berkenalan dengan teman-teman dari malaysia. Dari negara-negara asia pasifik, Malaysia paling banyak mengirimkan rombongannya.

Pukul 8.30 kami berangkat menuju Philipinnes International Convention Center. Bangunan yang sering digunakan berbagai kegiatan internasional ini sangat keren. Dindingnya berwarna abu-abu batu, menonjolkan gaya klasik namun tetap megah dan berkelas. Sementara itu para delegasi sibuk memotret sana-sini - memamerkan pakaian adat masing-masing negara.





Saya sendiri memakai beskap khas Jawa Timur, tentunya dilengkapi dengan blangkon, benik dinar, dan sewek batik. Pakaian adat Jawa Timur melambangkan ketegasan dan kesederhanaan kebudayaan Jawa Timur, berbeda dengan Jawa Tengah yang menonjolkan unsur kesopanan. Pakaian adat ini dise…