Posts

Showing posts from 2012

Menggantung

biarkan ia menggantung di atas sana...
menggantung? atau tergantung? entahlah.
yang penting aku bisa memandangnya, walau terpisah jauh
atau sekedar berbicara, meski tanpa balasan
menjadi teman pengusik sepi

biarkan ia menggantung di atas sana
tak sempurna, namun tak diragukan
tak teraih, namun begitu dekat
semu, namun nyata di mata
bias, namun di situlah indahnya

biarkan ia menggantung di atas sana
menggantung tanpa ikatan
bebas tanpa kepentingan
terpisah tapi tanpa batas

biarkan ia menggantung di atas sana
menjelma menjadi tambatan
menyelami benak pujangga
menyayat sekaligus mengobati luka rindu

biarkan ia menggantung di atas sana
membuatku menunggu ketidakpastian
menanti setengah waktu
demi imaji yang membelenggu

kisah sekuntum bunga

Image
Kisah ini bercerita tentang kehidupan di dunia antah berantah. Di dunia ini tak ada rasa kepedulian untuk berbagi, tak ada tangan yang terulur untuk sekedar membantu mereka yang papa agar bisa berdiri. Semua orang sibuk dalam keegoisannya sendiri.

Dalam keruhnya dunia itu, di pinggir jalan terdapat sebuah pot kusam dan sebutir biji bulat yang keriput. Tentu tak ada yang peduli, tapi biji ini tak pernah kehilangan harapan untuk tumbuh. Pasti ada tangan tak terlihat yang akan menolongnya. Entah apa pasal hujan tiba-tiba mengguyurnya, memberikan janji kehidupan yang baru. Auksin, giberelin, sitokinin, beserta hormon tumbuhan lainnya yang aku tak tahu bergotong royong - mewujudkan keinginannya untuk hidup.

Lambat laun, pelan tapi pasti bunga itu tumbuh perlahan. Dari tudung tumbuh daun, dari kecambah menjadi batang. Hingga pada suatu pagi sang suria bersinar lebih cerah. Saat itu ia menatap mahkota yang memantulkan spektrum cahayanya dengan begitu indah - menyejukkan mata siapapun yang mema…

Harga Mahal Senyuman

Hanya ada dua kejadian yang membuat orang tersenyum bahagia di rumah sakit. Pertama, ketika bayi lahir, walaupun bayi itu menangis. Kedua, bila pasien telah sembuh, walaupun setelah itu ia harus membayar biaya rumah sakit yang mahal.

Bagaimana dengan wajah sedih? Jangan ditanya. Hampir setiap saat kita akan menemukan raut muka redup. Di lorong, apotik,  kamar pasien, ruang operasi, ruang tunggu, UGD, ruang periksa, loket, setiap orang menampilkan ekspresi tak jauh dari sedih, muram, pucat, cemas, dan takut. Bahkan mungkin beberapa menangis tersedu-sedu. Walaupun belum tentu mereka yang sakit. Beban yang sakit juga ikut ditanggung oleh mereka yang terkait: tetangga, keluarga, kerabat dekat, teman, relasi kerja, atau bahkan petugas yang menangani pasien sakit tersebut.

Sehat dan sakit, bagaimanapun juga Allah yang menentukannya. Namun tentu kita punya peran dalam setiap skenario-Nya. Kesempatan sehat seharusnya dapat dimanfaatkan dengan memaksimalkan kegiatan yang bermanfaat. Tak ada yang…

Tak Perlu Memiliki Segalanya untuk Memberi

Malam kedua kegiatan sosial yang diadakan fakultasku. Gelap, entah apakah ada bintang di atas sana. Senyap, sebagian orang telah tidur. Tapi yang jelas Allah selalu ada dan tak pernah tidur untuk membalas kebaikan hamba-Nya, menambah nikmat yang telah disyukuri, serta mengabulkan doa-doa yang diharapkan.

Malam itu aku beserta kelompokku berbincang-bincang dengan Pak Barnas. Ia adalah tuan rumah tempat kami menginap. Orang tua yang memiliki tujuh anak ini bercerita berbagai hal, mulai dari pesawat sukhoi yang jatuh di gunung salak, misteri situs keramat, hingga kehidupan kesehariannya sebagai petani di Desa Cijulang.

Namun satu yang membuatku tertarik ketika ia bercerita bahwa ia pernah monolong seorang yang tersesat di Gunung Salak setahun yang lalu. Pak Barnas merasa kasihan pada orang yang tak berdaya tersebut, bahkan untuk sekedar mengingat namanya pun ia tak bisa. Yang tersisa hanyalah pakian yang menempel di tubuhnya serta dompet yang hanya menyisakan kartu Identitas. Pak Barnas re…

Ular, Ayam, atau Ulat

Aku duduk bersandar di teras rumah. Menatap rembulan gompal yang kemarin diperdebatkan kemunculnya. Cahaya redupnya menyinari separuh tubuhku. Ia lama telah menggantung di atas sana dan menjadi saksi bisu atas waktu yang penuh berkah, setidaknya sekali dalam 12 fase perputarannya.

Kuhela nafas setelah sibuk menerima sekian banyak yang berkunjung. Semoga kegiatan hiruk pikuk lebaran ini bukan hanya sekedar tradisi tahunan belaka, namun menjadi sebuah media silaturrahim yang membawa rahmat. Semoga tak ada batu yang mengganjal di pintu maaf dan keikhlasan bukan hanya menjadi pemanis mulut belaka.

Sudah tiga hari ramadhan telah pergi. Entah apakah ramdhan kali ini memberikan pengaruh berarti padaku, atau setidaknya membekas.

Ketika hendak melepas ramadhan, guruku pernah memberiku sebuah pelajaran. Dalam menjalani hidup, bukan hanya manusia saja yang berpuasa, namun juga hewan. Ia menjelaskan tiga hewan yang berpuasa dan perubahan setelahnya.

Ular berpuasa ketika akan berganti kulit. Ia sahur …

Autobiografi Inspiratif

Sebagai peserta kegiatan ospek di salah satu kampus ternama, Aku mendapatkan banyak tugas.Salah satu tugas yang telah kuseleseikan adalah menulis autobiografi inspiratif. Entah apakah ini bisa disebut autobiografi inspiratif atau bukan. Tapi jika kalian ingin membaca silakan kunjungi http://www.mediafire.com/?ao8tp8ckkba0jnp Semoga bermanfaat

Hidup tak Seperti Roda

Banyak orang berkata bahwa hidup itu seperti roda. Terkadang kita berada di atas.

Banyak hal yang menyenangkan dalam kehidupan ini. Terlebih lagi bila kita bisa mensyukuri segala nikmat-Nya.  Keterbatasan  tak akan terasa dan ketidakmampuan tak akan menghalangi. Kita akan selalu merasa cukup, bahkan lebih dibanding yang lain.

Segala sesuatu telah diciptakan dengan membawa manfaat. Tak perlu memaksakan diri untuk mencari sesuatu yang membuat kita tersenyum bahagia. Mulailah dengan tersenyum atas apapun yang kita hadapi dan rasakan sendiri secuil kebahagian yang muncul. Kita akan berada di atas.

Banyak orang berkata bahwa hidup itu seperti roda. Terkadang kita berada di bawah.

Terkadang hidup memang tak nyaman. Partner yang berkhianat, teman yang memusuhi, lingkungan yang tak mendukung, dan begitu banyak kisah mengecewakan lainnya. Itu bukan penjegal langkah kita untuk maju, tapi justru sebagai batu landasan untuk meloncat lebih tinggi.

Terkadang hidup memang tidak sesuai dengan keinginan ki…

Salahkah Kita Bermimpi

Ingatkah kalian saat masih TK? Kita ditanya ingin menjadi apa kelak. Dengan antusias dan penuh keyakinan kita menyebutkan jawaban: Dokter, Insinyur, Pemain bola, Pilot, Menteri, Bahkan Presiden. Ringan sekali mengatakannya bukan? Seakan-akan begitu mudah kita meraihnnya. Bukan hanya mereka-reka dalam gelap, tapi kita berani menerjang masa depan yang penuh misteri.

Bagaimana dengan sekarang? jika ditanya lagi seperti itu mungkin kita hanya menjawab ingin jadi orang bermanfaat, berguna bagi bangsa, negara, dan agama. Tanpa rasa merendahkan, tukang sapu pinggir jalan pun memenuhi kriteria trersebut bukan? Tapi tentu bukan itu keinginan kita. Lalu ke manakah keberanian kita untuk menerawang masa depan itu?Bukankah kita semakin punya daya? Tetapi angan-angan kita begitu mudahnya menguap. Kita menjadi pengecut. Jangankan untuk menyongsong impian, memimpikannya pun tak berani.

Seiring bertambahnya usia, kita menghadapi sesaknya kehidupan yang mengikis mimpi secara drastis. Dengan dalih mengiku…

Surat kecil untuk Tuhan

Kepada

Yang Maha Esa,

Allah SWT.

Engkau pasti mendengarku....

Aku menulis surat ini ketika malam. Hening. Teman-temanku telah tertidur lelap. Senyap. Entah apakah ada bulan atau bintang di luar sana. Tetapi yang jelas Engkau tak pernah tidur dan selalu ada untuk aku mintai berkah, rahmat, dan segala keinginan.

Ya Allah, atas izin-Mu segala sesuatu di dunia ini pasti berubah. Dulu aku punya selembar kanvas putih. Kini kanvas itu telah berubah menjadi sebuah lukisan. Cukuplah 3 tahun corak warna-warni membuatnya jadi indah. Meskipun terdapat bercak noda hitam yang tertempel. Kertas kosong ini juga berubah menjadi media curahan sesaknya hati yang menyadari bahwa ada suatu perubahan yang menyakitkan. Yakni ketika pertemuan berubah menjadi perpisahan.

Ya Allah, aku berstukur bisa bersekolah di sini. Aku dididik untuk bisa survive dalam perkembangan zaman dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, aku juga harus mengedepankan iman dan taqwa sebagai landasan hidupku.  Selain itu, aku dit…

Hello world!

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!